Sunday, October 8, 2017
Judulnya Bercengkrama
Sibuk sendiri pun tak baik
Mana mana tak baik sendiri
Kecuali hati sedang risih... dibiarkanlah sendiri
Biar pusingnya tak berbagi...
Biarkan duduk berbagi di meja
Satu sedang berencana
Pikiran lain sedang berkelana
Tetap saja judulnya bercengkrama
Biar tak usah sendiri
CVB
Monday, August 10, 2015
Tiap Tempat Memang Selalu Punya Cerita - Makassar
It turned out to be not bad. Aku udah khawatir supirnya bakalan ngebut-ngebut, aku mabuk, mobil bau, dll. Nope. It was not at all. Mobil penuh barang sih, tapi masih sangat nyaman, dan mungkin karena aku nggak tidur semalaman, alhasil tidur nyenyak.
Pesawatku terjadwal untuk berangkat 13.45 WIB, itu artinya masih ada 3 jam sebelum berangkat. Sengaja aku milih berangkat paling pagi dari Malang; karena takut macet, musim liburan, daaan bisa nge-bucks lagi. Baru 2 bulan tinggal di Malang, but oh My God, begitu masuk Terminal 2 Juanda, berasa orang gunung masuk kota. hahahahaha. Apalagi di gerai Starbucks, percakapannya seperti berikut;
"ko, punya credit card ANZ nggak?" koko-koko dengan rambut dandy bertanya kepada papa-papa muda yang tidak kalah dandy sambil menggendong baby boy yang udah cas cis cus pake bahasa Inggris.
"Nggak ada, kalau pake BCA bisa mas?" si papa-papa dandy bertanya kepada si barista
"Kalau ada yang platinum ko..." jawab si barista kalem
"Oh ada... itu beli gratis semua? atau gimana?" papa-papa muda tadi bertanya lagi
"Satu kartu satu transaksi ko" jawab mas barista
"Pa, papa punya kartu platinum nggak?" si papa-papa muda bertanya kepada engkong pake baju kaos oblong dan celana pendek.
"Ada. Itu kartunya titi juga ada..." pandangannya menuju ke si koko-koko yang tampangnya nggak lebih dari umur anak SMA or freshman in college
#bengong
Sambil mikir, orang kaya punya kartu kredit bejibun dengan fasilitas "prioritas" tetap heboh dengan gratisan. hahahaha.
Ah Surabaya, dandanannya, logatnya, orang-orangnya kok jadi asing ya? Padahal baru 2 bulan ditinggalin. Di Malang, jajanan paling mahal cuma Calais tea saat ini, dengan harga 25000an, nggak ada promo kartu kredit kecuali promo 10 stamps 1 free drink, yang udah sukses aku dapatin dari pembelian Calais Tea di berbagai kota. Orang Malang kebanyakan mahasiswa, jadi nggak terlalu banyak lihat tas Michael Kors di mana-mana, adanya cuma tas-tas lokal yang nggak kalah cantik. Unik. Personal. Di Surabaya, dulu kalau ke Galaxy Mall, hampir semua cewek menjinjing tas yang sama entah asli apa KW paling bagus. Bukan menjelekkan loh ya. Just want to point out these differences. Intinya, aku resmi merasa seperti orang gunung.
Hahahah
Eittss... cerita belum berakhir.
Setelah happy ngendem di Starbucks dan makan Hoka-hoka Bento (FYI, hok ben ada kok di Malang hahaha), aku akhirnya masuk ke ruang tunggu. Waktu menunjukkan pukul 13.25 WIB. Agak harap-harap cemas, karena tadi waktu di Starbucks udah dengar banyak penerbangan delay dan cancel. Kebanyakan Singapura Surabaya. Semuanya gara-gara gunung Raung menyemburkan abu vulkanik lagi. Kejadiannya seminggu sebelum lebaran. Aku awalnya tidak begitu khawatir, toh nggak ada pemberitahuan resmi kalau Juanda ditutup, yang aku dengar Bali dan Lombok yang penerbangannya jadi kacau balau.
But, jeng jeng... 13.45 langsung diumumkan Juanda ditutup sampai pukul 20.00 dan semua penerbangan di cancel.
Sigh...
Again? That's the first question I had in my head.
14 Feb 2014, aku juga terjebak di Juanda gara-gara gunung Kelud. Kali ini gunung Raung. Itulah akibatnya tinggal di daerah yang mempunya ribuan gunung vulkanik. Oh well, surprisingly, aku lebih calm. Mungkin karena udah ada firasat sedikit. Aku kangeeeeeeeeen setengah mati dengan Gassing. Nggak biasanya. Kami disarankan untuk refund atau reschedule. Aku milih reschedule. Bener-bener pengen pulang aku, but as always I have plan B in my head, yaitu... jadi anak Surabaya lagi kalau nggak pulang. UNTUNG ada teman yang baik hati mau menampung pengungsi kesasar ini. Sebelum kita lanjut ke sana, let me tell you about my special encounter yang bikin hari itu berjalan jauh lebih tenang.
Waktu masuk ruang tunggu, I spotted pasangan bule di situ. Waktu diberitahukan oleh petugas bandara soal Juanda ditutup itu pakai bahasa Indonesia logat Jawa, jadinya si bule rasanya nggak gitu clear infonya. Si cewek menatap aku dengan pandangan meminta informasi lebih. I guessed, I had to tell her about the situation then. Si cowok pun datang bergabung dan mendengarkan informasi yang aku sampaikan dengan seksama. Dari aksennya ternyata mereka bukan dari Amerika, somehwere in Europe, sekilas seperti bahasa Belanda, but no.. it was not Dutch. Ternyata mereka mau ke Raja Ampat melalui Makassar. Jadi, kami sepakat untuk berbarengan reschedule. Nama mereka Olivier dan Irina. Pasangan dari Swiss. Untung perusahaan yang aku kerja sangat hopeng dengan Glion (one of the top hospitality schools in the world baby), jadinya bisa ngobrol ngibril sedikit tentang Swiss, sekolah2 hospitality di sana dll.
Antrian di gerai Garuda Indonesia belum terlalu panjang. Mungkin karena kami bergegas setelah dapat pengumuman. Tapi, tetap saja lumayan lama juga menunggu giliran. Setiap orang kira-kira menghabiskan waktu paling kurang 20 menit. Entah apa yang mereka bicarakan. Mungkin ada sesi curhat dulu, marah-marah sedikit, baru mengambil keputusan. Kami bertiga sudah sepakat untuk mengambil waktu penerbangan malam karena menurut tinjauan Tuan Olivier, kalau malam sudah tenang, sudah aman, gunungnya sudah capek katanya kalau malam... hahahaha. Jadilah kita setujut untuk mengambil penerbangan jam 19.00 keesokan harinya. Kita juga sudah omongin kalau Juanda masih ditutup atau kalau Gunung Raungnya masih meraung, si suami istri orang Swiss itu akan ganti haluan ke kawah Ijen dan Bromo (masih aja gunung vulkanik), aku cuma memikirkan Galaxy Mal dan Tunjungan Plaza. Maklum butuh memaksimalkan kesempatan masuk kota.
Selama ngantri, kita jadi ngobrol macam-macam. Cas cis cus pake bahasa Inggris, agak menarik perhatian orang sekitar juga sih. Yang kita obrolin banyak hal. Aku jadi tahu kalau mereka terobsesi sama Indonesia! Sekali lagi OBSESI. Si cowok udah kelima kali ke Indonesia, dan mereka ambil cuti 3 bulan! Udah ke Kalimantan ketemu orang utan, dan emang udah rencanain untuk keliling pulau Jawa soon. Orang Eropa yang negara-negaranya nggak kalah eksotis itu jatuh cinta sama Indonesia. Percakapan kita jadi nyambung ke Toraja, Borobudur, dkk. Tiba-tiba dia nyeletuk kalau di Indonesia ngantrinya rapi ya, nggak kayak di Swiss. Bengong. Aku noleh ke belakang dan takjub sendiri melihat antrian panjaaaaaaaaaaaaaaang tapi rapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii. Nggak biasanya. Masih trauma dengan kejadian Feb kemaren, yang Juanda terminal 1 udah kayak terminal bus. Mungkin karena ini International airport, dan rata-rata adalah penumpang-penumpang Garuda. Bukan berarti merendahkan, tapi mungkin mereka kagok melihat ada banyak expat juga yang ngantrinya rapi. Dan tentunya dibantu ama petugas bandara yang lebih sigap. Nice one Juanda. Kata si Olivier, kalau di Swiss udah ada kejadian kayak begini, semua orang akan stress, panik, dan byuuur berkerumun di loket, marah-marah.Bengong lagi. Dalam hati aku, kamu nggak tahu aja orang Indonesia aslinya kayak gimana. Ini kebetulan, peristiwanya itu alam yang punya kendali, jadi manusia nggak bisa ngapa-ngapain. Tapi, tetep aja aku bengong. Dia bilang lagi "you are very organized, nice. We usually get stressed when the situation turns out like this. You seem so calm, and handle everything nicely". Makin bengong. Aku kira selama ini orang Eropa itu tertib dan organized, ternyata nggak juga?, and if I may add, orang Amerika jauh lebih tertib kali ya? Soalnya aku jadi patuh sabar ngantri itu gara-gara di'training' waktu di Amerika dulu. Sepanjang apapun, selama apapun, mereka tertib ngantri. Pas aku ngomong begitu, pasangan orang Swiss itu setuju. Mereka juga nambahin kalau yang tertib ngantri juga itu orang UK. Well, itu sih nggak bikin bengong.
Anyway, akhirnya tiba giliran kita. Selama ngantri, aku juga ngobrol-ngobrol dengan orang-orang yang bernasib sama. Jadi, udah punya strategi. Alhasil, urusan kami nggak makan waktu lebih dari 10 menit. Si mbak-mbaknya ketak-ketik, ngeprint. Done. Untunnnggg masih ada 3 seats. Tinggal tunggu besoknya, apa kami bertiga akan sampai di Makassar apa nggak?
Setelah semua beres, Olivier ngomong... "Thank you, because we are on this together, everything went well" "Thank you, same here..." I replied :)
Asli, kehadiran mereka emang bikin situasi lebih fun. Kami bisa bareng-bareng brainstorming, nggak neko-neko, dibantu petugas Garuda yang nggak neko-neko juga. Fiuh. Done! Waktunya leha-leha dan akhirnya bisa curi waktu untuk nikmatin 'luxurious living' di Surabaya lagi hehe.
Karena dadakan, aku terpaksa dikunci di rumah si teman hahaha. Dia masih keluar, cecenya juga ada janji. Jadi, aku sukses istirahat tanpa diganggu. Besoknya, dibawa ke Tunjungan Plaza dan ketemu Big Salenya Zara. Nggak lupa ditraktir Sushi tei sama cece wulan. yeyeyeyyeye..
Ternyata bukan cuma aku yang bernasib begitu, hampir semua crew vistarian lain yang mau mudik juga kena. Kita saling ngupdate di What's app. Making it more meaningful somehow. Soalnya, berasa 'we got this together, and we get trough this together.' Peristiwanya nggak fatal sih, tapi lumayan dredek istilah orang Surabaya. In short, aku bersyukur bisa ketemu orang-orang yang secara nggak sengaja jadi membantu.
Keesokan harinya, aku gambling ke airport. Pokoknya kalau masih aja ditutup, ya udah tiketnya direfund, aku jadi anak surabaya selama sepekan kedepan.
Ketika check in, masih di waiting list? Bener? Nggak salah? Untung ngomongin kalau kemaren itu nggak dibilang kita di waiting list, toh ini gara-gara Juanda ditutup kok. So, akhirnya check in smoothly, masuk ruang tunggu ketemu Olivier dan Irina, dan akhirnyaaaa terbaaaaaaaaaang. Sumpah, hati aku belum tenang sampai pesawat itu mendarat di Hasanuddin Makassar. Finally pukul 21.00 WITA, aku, Olivier, dan Irina tiba di Hasanuddin dengan selamaaaaaatttt, amaaaan, sentosaaaaaa *joget-joget.
Sampai di rumah disambut mesra sama anjing-anjing cakep; Gassing dan Echong tentunya. Bisa hang out dengan teman-teman, makan makanan enak, tidur sampe siang, main piano sampai hati puas, ketemu mambo, daaaaan akhirnya liburan selesai.
Tapi, tenang... cerita belum berakhir sebelum ditutup dengan BANG.
Ada cerita keberangkatan, ada cerita kepulangan.
Tedeng deng deng, salah ingat tanggal. Chendani Vianey Budhi ini harusnya berangkat itu tanggal 21 Juli, bukan 22 Juli. Dasar tolol. Aku mengumpat-ngumpat diri sendiri. Pasalnya, aku udah tiba dengan cantik di airpot saat itu hahaha. I am forever grateful punya papo yang nggak panikan, jadi dengan cool head but beating heart, aku ngurus tiket. Hats off for Garuda, tiketku nggak hangus dan bisa diupgrade! Tambahnya lumayan sih, tapi naik business class karena seat yang tersisa cuma business class (OMG). Namun, setelah dibandingin sama maskapai yang bukan Garuda dan bukan business class, harganya kurang lebih nggak jauh beda, jadi oke lah. So.... drum roll... Chendani Vianey Budhi pulang ke Surabaya - Malang naik business classnya Garuda... #eaaaaaaaaa. Emang beda ya kalau naik business class. Ngantri di counter khusus, mau ngambil bagasi bisa tunggu di lounge, bagasi turun pertama. That's what we call first class isn't it?Tiket kemaren aku beli dapat tiket promo, jadi kalau diakumulasiin, nggak rugi-rugi amat. Sooooooo.... aku merasa beruntung tapi tetap merasa tolol. hahahahaha
Dan lengkaplah sudah pengalaman pulang pas liburan lebaran kemaren. Tanggal 21 itu ada untungnya aku masih di Makassar, jadi bisa ketemu adek-adek group PAKAR (papa Kami Arsitek, para sepupu yang papanya arsitek semua). Karaokean sampe hati pun ikut sumringah. Senang. Bahagia.
Memang ada harga yang harus dibayar ya untuk sebuah kebahagiaan. Oh well... apapun itu, I am still grateful. Thank God. Ceritanya nggak pernah biasa, heran deh. Tapi, that's the fun part. Nggak bosenin.
Tiap tempat memang selalluuuu punya cerita.
Pelajaran kali ini:
1. Garuda is the best
2. Kalau beli tiket promo dari jauh-jauh hari, jangan lupa doa rosario biar perjalanannya lebih lancar
3. Lihat tanggal keberangkatan sehari sebelum keberangkatan
4. always ready with plan B, biar nggak begitu kecewa dengan worst case.
5. Forever grateful...
Dan mari kita katakan AMEEEEEENNNN
Maaf baru menceritakannya sekarang, harap belum basi. Abis pulang liburan ada meeting ala-ala Misaeng di Malang, jadi harus tertunda sejenak.
Hope you enjoy reading it as much as I enjoy writing it and remembering it again...
#writingistherapeutic
CVB
Monday, December 22, 2014
Perihal Hari Ibu
Seperti yang mungkin sudah Anda sekalian ketahui (atau belum), ibunda saya alias mambo agogo sudah berpulang di tahun 2013 kemarin (ada ceritanya di sini), Januari. Dihitung-hitung sudah 1 tahun 11 bulan, menuju 2 tahun. Boleh dibilang, waktu memang menyembuhkan. Rindu? Sudah pasti. Hanya saja, aku selalu percaya bahwa aku dan mambo hanya berjarak sejauh doa. Nah! Mambo punya kebiasaan selalu bangun pagi-pagi! Dari duluuu hingga tahun 2013 kemarin. Bisa ditebak kalau mambo itu punya hobi bangunin aku yang kebetulan hobinya tidur. Waktu kecil sih sebal habis-habisan kalau mambo ngebangunin. Alasannya karena mambo selalu memabangunkan aku dengan gegap gempita. Menyahut satu kali nggak lantas membuat mambo berhenti. She would keep calling my nameee until I raised up from bed and headed to bathroom. Tapi, kebiasaan itu pun menjadi kebiasaanku juga yang tiap pagi biasa dibangunin mambo. Papo sampai rekam pas mambo manggil aku bangun. Makin hari mambo kalau ngebangunin aku makin loveable :).
Yang aku mau ceritain itu tanggal 21 Desember. Sehabis belanja sehariaaan (Yes! it was my cheating day for spending money after months of hard work), aku itu bisa tidur kayak beruang dan kerbau sekaligus. Terlalu nyenyak. Malam itu juga, mambo ada di mimpi. Lupa, kronologisnya kayak apa. Yang pasti mambo mampir di mimpi. Tapi, bukan mengaantarkan pesan deh, rasa-rasanya cuma mampir sekedar kangen. Nah! yang ajaib itu paginya, tanggal 22 Desember. Aku memang masih simpan HP Nokia N73 bututnya mama dengan gantungan hp Bae Yong Jun tersayangnya beliau. HP itu biasa aku pakai untuk telepon papo, karena bayarnya abodemen. Lalu hp itu masih aku simpan karena nomornya itu sudah ada dari tahun 1997 (yap, itu nomor HP pertama di keluarga kami), dan HP itu adalah reminder untuk ulang tahun dan anniversary seluruh kerabat dan kawan. Mambo agogo sudah punya kebiasaan dari dulu untuk mencatat ulang tahun semua orang dan keluarga yang dia kenal. Di kalender, catatannya sendiri, hingga punya HP yang sedikit canggih. Alarmnya selalu bunyi pagi-pagi.
Tanggal 22 Desember itu, aku dibangunin bukan dengan alarmku, tapi alarm hpnya mambo. Lagunya itu Power of Lovenya Celine Dion. Panggilan pertama, lagunya masih paralel dengan mimpiku. Panggilan kedua, sudah mulai sadar-sadar. Panggilan ketiga, sadar sepenuhnya bahwa itu hpnya mambo yang lagi meraung-raung. Panggilan keempat, penasaran siapa yang ulang tahun. Panggilan kelima, "Oh ternyata, ulang tahun perusahaan papo" dan "WHAAT!" sudah jam 8.05 PAGI!
JKAHDSY@(*&*HBU^#&*&*(#&)&##^&$&!@(&*(&)~!!!!!!!!!!
Loncat dan langsung ngacir ke kamar mandi. Selama beberes, aku jadi ketawa sendiri. Ini mambo yang bangunin pagi itu. Secepat kilat aku 'terbang' menuju kantor.
Fiuuh... absensi -- 08.29, 1 menit sebelum dikatakan TERLAMBAT.
Begitu sudah leyeh-leyeh, sadar bahwa ternyata tanggal 22 Desember itu Hari Ibu. Dan izinkan aku untuk memparalelkan mimpi, alarm mambo, dan hari ibu. :) Mambo nggak lupa kebiasaannya untuk membangunkan anaknya yang tukang tidur ini. Selepas kepergian beliau pun, nggak sedetikpun mambo membiarkan aku merasakan penyesalan. Padahal, bisa dibilang hubungan kita dulu nggak mulus-mulus banget. Aku pun tahu bahwa mambo itu sudah berapa kali rasa kecewa. Namun, aku coba cari-cari perasaan menyesal selama 2 tahun ini, anehnya, aku tidak bisa menemukannya di mana-mana. Seperti uap. Menggantung hilang. Yang ada, ingat mambo, ingat yang hepi-hepinya.
Aku merayakan hari ibu dengan penuh kemenangan. Aku nggak takut kalau misalkan papo kawin lagi. Nggak ada istilah mama baru dan mama lama. Sekali jadi mambo, akan terus jadi mambo. Ibu. Orang yang melahirkan aku. Tapi, tunggu dulu, aku sendiri punya buuuuaaaaaaanyaaaaaaaaaaak mama. Dari kecil aku sudah 'diangkat' sana-sini untuk menghalang bala yang berasal dari kemiripan aku dan mambo yang sangat. Orang-orang percaya bahwa tidak terlalu baik untuk mempunyai anak perempuan yang terlalu mirip ibunya. Jadilah, aku mempunyai banyak orang yang kupanggil 'mama'. Kalaupun papo punya istri baru, dia akan jadi mama aku juga. Menurut definisiku, yang menjadi mama (dalam kehidupan aku) itu ibarat kepribadian ala teori Psikologi. Yang di mana, kepribadian dasar itu tidak bisa diubah, namun kepribadian itu bisa ditambah. Mama juga begitu. Kedudukan mambo tidak berubah, hanya ditambah :). Walaupun, dulu aku merasa marah kalau ada yang nanya kapan papa nikah lagi? Pasalnya, mereka bertanya bahkan mama belum meninggal 1 tahun. Tolong ya orang-orang di luar sana, pastikan tahu mana kategori pertanyaan sensitif atau pun tidak. Tapi, sekarang aku paham maksud mereka dan tersenyum sambil menjawab "dibawa dalam doa saja."
Aku tidak ambil pusing, kalian mau berpikir apa dan berpendapat apa. Hanya saja, aku yang selalu percaya pada hatiku ini tahu, bahwa kepercayaanku yang sekarang adalah bagian dari pertumbuhan iman. Tahu nggak hatiku sekarang rasanya apa?
Dia lega...
Aku tahu bahwa mamboku tidak ke mana-mana. Hanya sejauh doa saja. Bisa dibilang, aku mulai berdamai dengan rasa kehilangan. Jadi, mau merayakan hari ibu tanggal 22 Desember atau di bulan Mei, aku akan merayakannya dengan senyum. Tentunya, dengan bangga juga. Aku ingin alam semesta berisinya tahu bahwa aku punya mama yang hebat. Pendekar wanita sejati. Dan aku tahu, kamu juga merasakan hal yang sama kepada ibumu.
Bagi kamu yang masih punya ibu dekat dengan kamu, berbahagialah. Kamu masih ada kesempatan belajar banyak. Bagi kamu yang sudah tidak mempunyai ibu, bersyukurlah. Kamu sekarang punya malaikat pelindung tambahan. Bagi kamu, yang pada akhirnya mempunyai ibu tiri, bersuka citalah karena kamu diberi kesempatan bonus.
Aku tahu semua orang tidak bisa menyetujui apa yang aku ketik di sini. Tapi, oh well. Masing-masing punya skenario sendiri-semdiri untuk bertumbuh, belajar, dan merasakan emosi. Jadi, aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku merayakan hari ibu dengan penuh kemenangan.
Mari kita ramaikan hari Ibu dengan nonton video lagu kesukaannya mambo agogo haha
Selamat hari ibu, mamboku
CVB
Thursday, June 5, 2014
Perihal Rindu
Rindu itu datang seenaknya ya...
Tanpa hujan tanpa angin?
Mungkin ada kalanya yg dirindu memang ingin diingat.
Sehingga ia hadir begitu saja seperti ketukan pintu dari orang yg tak terduga.
Mungkin ada sebab akibat.
Sebab sepi akibatnya rindu.
Mungkin itu teorinya.
Tidak berdasar memang. Tapi, ada kalanya rindu itu perlu.
Biar mengingat-ingat yg perlu diingat.
Sedikit sedih tak apa.
Asal tahu bahwa rindu tetap menjadi jembatan antara yg merindu dan dirindukan.
Karena cerita mereka tak akan pernah habis hanya karena perpisahan...
Tuesday, March 18, 2014
My Favorite Things - Harmony Project (Meja) sebuah prolog
Dentingan piano Gadis masuk secara lembut, lincah, dan ringan...
Dilengkapi dengan tarikan contra bass dari Ferry, membangun sebuah suasana big finale untuk lagu terakhir mereka.
Arwan yang memimpin melodi dengan saxophonenya untuk lagu mereka malam ini. Sebuah lagu dari film "The Sound of Music", My Favorite Things, lagu favoritku juga.
Sunday, March 9, 2014
Endonesa
Dulu, aku hanya mendengar lagu-lagu barat seperti remaja kebanyakan. Tetapi satu malam itu merubah semuanya. Waktu itu aku masih SMP, mama membawaku ke KKR dan guess what! Bintang tamunya adalah Edo Kondologit, Andre Hehanusa, Rio Febrian, dan Glenn Fredly!! Dan malam itu aku merasa lain. Merasa bodoh. Merasa dibuka telinganya. Suara mereka ber empat mengundang aku ke dunia musik Indonesia. Sejak itu aku mengoleksi album-album mereka dan jatuh cinta sama penyanyi2 Indonesia lainnya.
Pertemuan pertamaku dengan Filn Indonesia dialawali dengan filn Arisan! Di tahun 2001. Periode itu adalah periode film-film Indonesia yang masih dibuat berdasarkan asas2 film. Hahaha bukan hanya karena selera pasar. Sebut saja, Perempuan Punya Cerita, Catatan Akhir Sekolah, Get Married, Kawin Kontrak, Mengejar Matahari. Semuanya masih dibuat berdasarkan cinta akan film itu sendiri bukan untuk laku. Dan kesukaanku akan sastra-sastra Indonesia mungkin bisa dibilang ketika mulai mengenal Clara Ng melalui Metro Pop dan benar-benar menikmatinya ketika membaca buku-buku Dewi Lestari..
Semenjak menimba ilmu di negeri orang kecintaanku akan Indonesia makin menggila. Memang dari awal sudah suka lagu-lagu daerah, tetapi di sana aku belajar main lagu dangdut, belajar main angklung, dan belajar tari saman. Hahaha...
Mungkin karena momen-momen ini aku lebih "Indonesia."
Lalu... aku masih disebut sebagai the American girl. Either way... aku nggak keberatan orang mau melabeliku apa. Karena ketika aku ditanya, aku akan menjawab "aku orang Indonesia" titik... cukupkah itu?
Cukuplah...
Sunday, March 2, 2014
Isi Kepala di Bulan Ke-3
Pernah kau berpikir bahwa tangan orang yg sekarang kau genggam... akan selamanya pergi? Dan hanya akan kau ingat dari bulir-bulir memori di otakmu?
Pernah kau berpikir bahwa suara orang yang kau dengar sekarang ... hanya akan terdengar dari penggalan rekaman atau video yang kau buat saat iseng?
Pernah kau berpikir bahwa suatu saat... orang yang kau kasihi akan pergi meninggalkan kamu bersama yang namanya maut? Sehingga kau hanya mengingatnya dari benda, ingatan, dan cinta...
Takdir...
Bertemu
Dipersatukan...
Lalu berpisah...
Tahun ini baru berjalan 3 bulan, dan di mana-mana kau dengar pernikahan, kelahiran, dan kematian...
Sebuah roda yang berjalan cepat tanpa permisi...
Kau hanya bisa diam dan ikut bergerak atau diam dan hanya diam sampai tersakiti.
Sebuah ide pernah aku pikirkan ketika SMP, "perubahan... adalah hidup. Tanpa perubahan, maka tak ada hidup."
Kita yang masih hidup sekarang aeperti berada sebuah permainan. Dimana untuk naik ke level berikutnya, kita harus merubah sesuatu, menambah kekuatan tertentu dan meninggalkan sesuatu... begitu terus entah sampai kapan...
Pada dasarnya tidak ada yang tetap...
Namun, ada satu yang pasti...
Orang bisa berbahagia ketika dia sendiri memilih untuk berbahagia...
Bagaimanakah caranya?
Hanya kamu...
Dan hanya kamu yang tahu....
Karena tombol kebahagiaan itu ada di situ.
Di tanganmu.
Tidak pernah ke mana...
CVB
Monday, February 10, 2014
Tangan yang merenda...
Tuhan sedang mewarnai cakrawala dengan memakai sinar matahari dan letak bujur antara matahari dan planet-planet. Seluarbiasa itu... Dia mampu menciptakan sesuatu yang begitu indah...
Sama seperti permainan seniNya mewarnai dunia dan cakrawala, Dia mampu membuat sebuah skenario tentang kehidupan manusia. Dimulai dari keluarga seperti apa seorang anak akan dihadirkan hingga lingkungan apa yang membentuknya hingga saatNya Ia berkata "cut", yang artinya skenario kita akan berakhir di situ.
Dia sungguh seniman yang luar biasa.
Sama seperti seniman yg kita tahu, tidak ada yang pernah benar-benar mengerti gelagat Tuhan. WatakNya yang penuh misteri membuat kita kadang takut dan menjaga jarak, namun menyadari karyaNya, mau tak mau kita akan kembali dan akhirnya kita akan jatuh cinta tanpa alasan kepadaNya. Karena kita tahu... hidup kita ada di kendaliNya. Ya, Nya dengan huruf besar.
Sebaiknya kita tahu bahwa Dia... dengan tanganNya sedang meniti cerita-cerita dan segala keindahan yang tidak kita ketahui hingga Ia berkata "saatnya tiba"
Biarlah Dia bertindak dengan waktuNya dan bukan waktuku ataupun waktumu... Karena semua akan indah pada waktunya...
Monday, December 16, 2013
Here it is - Bucket List
Entah mengapa yang terpikir olehku sekarang bukan evaluasi, bukan juga resolusi, melainkan "daftar keinginan" yang mungkin lebih dikenal sebagai "Bucket List" .
Setelah mampir di blog kesukaanku Puty's Journal, daftarku menjadi semakin solid. Puty (blogger) bahkan membuat satu page sendiri berisikan daftar panjang "Bucket List"nya dan juga hal-hal yang sudah ia lakukan. Hal itu membuatku berpikir bahwa "sungguh akan sangat menyenangkan jika aku pun bisa mencoret satu persatu daftar panjang itu." Seakan-akan, aku menyelesaikan satu tugas demi satu tugas. Accomplishment sounds so prestigious. Padahal tidak ada hadiah ketika menyelesaikan daftar itu. Hanya sebuah rasa puas bahwa "aku sudah menyelesaikannya"
Well, mungkin ini juga yang akan membumbui nasib kita, hidup kita, dan perjalanan itu sendiri. Proses.
Daftarku belum sepanjang Puty, hanya sebuah daftar pendek berisikan iming-iming seorang Chendani. Tak lebih.
Bucket List
1. 50 judul buku dalam 1 tahun
2. Java Jazz Festival
3. Perayaan Waisak di Borobudur
4. Leavesden studio trip, Warner Bross world of Harry Potter
5. Drinking butterbeer
6. Publish books/writings
7. Gets involve in a film making
8. Mengetahui ajaran Buddha
9. South Korea for a year.
10. learn photography
11. Hobitton
Daftar ini mungkin akan menjadi panjang. Mungkin akan terlupakan begitu saja. Namun, aku selalu bersemangat untuk menghadapi tahun baru. Apalagi kira-kira yang akan berlangsung di tahun 2014?
Tahun 2013 aku nobatkan sebagai "tahun perjalanan"
dan menulis bucket list ini adalah sebuah awal... ya sebuah awal perjalanan baru :)
Bukankah begitu? Sebelum aku mencoret satu item dalam daftar ini, aku akan berada dalam sebuah perjalanan, sebuah proses, untuk menyelesaikan satu item tersebut.
"Jika terlalu fokus sama tujuan, kita akan lupa sama perjalanan" - Abimanyu, film HELLO GOODBYE
CVB
Sunday, December 8, 2013
Scorpionism
Terlebih satu manusia itu, yang tak usah kusebut namanya.
Sederhana saja, 'dia yang namanya tak boleh disebut' (versi Chendani), telah membuat duniaku jumpalitan, dan membuka mata ku yang selama ini tertutup debu, terbentur kebiasaan buruk, menjadi terbuka.
Kebiasaanku terdahulu adalah mengambil impresi pertama secara cepat dan memakluminya sebagai teori paling benar. Padahal, itu masih varian pertama, tidak banyak yang kulihat, tapi sudah cepat aku menyimpulkan. Ini pun terbentuk karena memang... lingkungan ku dulunya seperti ini. Teman, mama, keluarga, dan sinetron. Ya, komunitas kolektif yang menyebut dirinya Indonesia yang pelan-pelan membentukku seperti itu. Bukan sebuah kesalahan teman. Tentu saja, aku tidak menyalahkan siapapun. Dan tidak ingin mengecam bahwa kebiasaan ini adalah kebiasaan buruk. Hanya saja, 'dia yang namanya tak boleh disebut' telah membuatku ... 'berpikir', menggunakan logika tanpa terlalu menumpu pada impresi pertama.
Pernah kusebutkan di sebuah postingan mengenai Persepsi bahwa kadang kebiasaan orang Indonesia ini membuat satu individu menjadi bodoh, dan tertipu. Kusebut tertipu, karena suatu kejadian, atau seseorang tidak bisa disimpulkan hanya sebatas impresi pertama.
Mungkin judul ini terlalu menjereralisasi, tidak semua scorpus begini adanya, hanya saja, aku tidak bisa memikirkan judul yang lebih baik daripada ini hehehe.
Nah, kembali ke Indonesia, aku merasa efek yang diberikannya kepadaku mulai melemah, kadang menguat, kadang hilang sama sekali. Menurutku, ini sebuah peringatan. Ujian.
Menolak menelan bulat-bulat impresi pertama mirip dengan kriminalitas di sini haha, aku bahkan merasa diberi cap "outisder" dan sebagainya dan sebagainya. Ya, aku memang berbeda. Kadang, merasa terlalu blak-blakan, tetapi terus terang terlalu gemas untuk tidak berkomentar. Apalagi ketika ada orang yang langsung loncat pada kesimpulan impresi pertama.
Aku tidak menyalahkan siapapun. Ini hanyalah jalan untuk aku menginstropeksi diri sendiri.
Sekarang, mungkin adalah waktu buat aku untuk komtemplasi, menjadi "arian dewasa".
Aku memang seorang Arian - seorang yang lahir di bawah bintang Aries. Seorang yang selalu tergesa-gesa. Menurut teori astrologi, seorang Arian dikatakan dewasa ketika dia mampu untuk "slowing down."
Dan, kembali ke lingkungan seperti ini mengingatkanku untuk lebih "slowing down"
Komitmen aku ke depan, biarlah efek scorpionism yang diberikan "dia yang tak boleh disebut namanya" tumbuh lagi pelan-pelan. Karena aku membutuhkannya.
Sangat membutuhkannya...
CVB
Wednesday, December 4, 2013
Desember oh Desember
Stories here: Mellow Minneapolis & Banjir LagiNah, semalam tanggal 4 Desember, Surabaya diguyur hujan keras kurang lebih selama 1 1/2 jam. Beberapa menit pertama, bumi seperti diguyur air hujan deras, seperti air yang dibuang melalui ember super gede! hahaha. Aku saat itu masih leyeh-leyeh di tempat tidur, menunggu untuk terlelap. Eh, begitu turun tempat tidur untuk ke kamar mandi, aku merasa kakiku menginjak air. Genangan air lebih tepatnya. Begitu sadar, ternyata kamar saya sudah dialiri air.
Bagaimana menurutmu reaksiku? hahaha
Yang aku lakukan, hanya berjalan jingkrat-jingkrat, air sudah setinggi mata kaki di luar kamar. Halaman belakang sudah seperti taman air haha, bahkan kamar mandi di luar, sudah seperti kolam anak-anak. Aku cuma membangunkan si mbok dan mulai mengambil kain apapun dan mulai mengeringkan kamarku. Airnya mengalir pelan-pelan merembes. Awalnya kasurku belum kena air, tapi lama kelamaan kena. Untungnya spring bed, jadi bukan kapuk. Kalau dari kapuk, aku mungkin sudah mengungsi ke sofa ditemani nyamuk2 lapar hahaha.
Kamu tahu, apa yang kurasakan saat itu?
"tidak ada"
Panik pun tidak, katakan aku aneh. Tapi, sekali lagi, aku cuma mengingat bahwa ada orang lain yang mengalami banjir yang lebih mengenaskan.
Aku hanya merasa syukur.Ini bagai paradoks, merasa syukur atas 'musibah'.
Merasa bersyukur. Tertawa-tiwi, malah aku mengenang pada saat aku kebanjiran di Minnesota. Saat itu, my lovely roomate lagi nggak ada di rumah, dua kali banjir, dua kali tidak ada di rumah. Alhasil, cuma aku yang menjadi saksi mata air merembes masuk tanpa diundang haha. Our landlord sampai ngasih kita banyak koin $1 untuk laundry, ada $30an hahaha. .
Semalam, aku tertidur, dan paginya kasurku sudah basah semua di bagian bawahnya. Tidak bisa berharap kepada matahari hari-hari ini, jadi hal terakhir yang aku lakukan hanya mengangkatnya dan membiarkan air merembes keluar lagi dari kasur. Ditemani kipas angin pinjaman sang empunya kos, aku berharap kasurku bisa cepat kering. Dan tentu saja, semoga hujan tidak terlalu deras malam ini.
Paling pulang kantor, waktunya aku membersihkan kamarku dan mengatur ulang. Ya, ini bisa jadi karma karena aku jarang mengepel kamar (uups hihihihi).
CVB
Monday, December 2, 2013
Cerita awal Bulan Desember
Tanggal 1 Desember hari Minggu, pagi-pagi aku ke Gereja dengan semangat walaupun terlambat. Pasalnya temanku mengajakku ke sebuah paroki lain. Saya selalu semangat untuk mengeksplor sebanyak mungkin Gereja yang ada di Surabaya :) Dan pilihan saya tidak salah. Gereja itu unik berdiri di antara ruang kelas.
Umat bergelimang di tiap kelas. Kami mengikuti misa melalui layar televisi dengan zoom in zoom out seperti nonton live pidato. Hebatnya, tiap umat walaupun mengikuti misa melalui layar tv, kami tetap berdiri pada saat kami harus berdiri, menjawab setiap jawaban (ex: Tuhan Sertamu "dan sertamu juga"), bahkan memberi hormat ketika para misdinar ingin mendupai kami (perayaan masa adven).Padahal aroma wiruq hanya sebatas layar kaca.
Bulan Desember itu diawali dengan perasaan unik oleh perayaan unik. Dan itu masih cerita pagi.
Cerita Siang berlanjut ketika dengan tidak sengaja aku mengikuti doa sel inti KTM (Komunitas Tritunggal Mahakudus), yang berarti dihadiri oleh para pelayan sel KTM, wakil pelayan sel, dan semua yg 'petinggi-petinggi'. Saya nyasar di situ karena ruwetnya cerita yg menyangkut soal mobil yg diparkir terhalang tak bisa keluar, waktu mepet, pindah mobil, dan akhirnya terseret ke pertemuan itu. Kapan lagi bisa mengikuti sel inti, padahal status masih dalam masa "probation" hahahaha
Lalu, cerita malam hari pertama bulan Desember menurutku adalah tindakan nekat ala Chendani.
Beberapa minggu lalu, tante Retty di Makassar mengatakan bahwa akan ada undangan pernikahan sepupu mama yg juga sudah almarhum di Surabaya. Saya diminta untuk hadir karena dia termasuk yg terdekat dengan mama. Saya awalnya agak malas, karena tidak ada yg menemani, dan saya tidak begitu kenal dengan mereka. Silsilahnya saja, saya tidak tahu hahahaa.
Tetapi, semakin dekat hari H, semakin kuat saya merasa bahwa saya harus hadir. Alasan pertama, karena kedua belah pihak yg awalnya bersaudara sudah meninggal. Almarhum papa dari penganten wanita adalah sepupu ibu saya yang juga seperti kalian tahu sudah menjadi almahumah. Tetapi, undangan itu dilayangkan kepada papa. Saya juga harus tahu diri, sekarang saya adalah wakil ibu saya mau tidak mau. Jadi, saya nekat pergi ke sana, berharap tidak mati gaya karena pergi sendirian. kalaupun tidak ada yang saya kenal, saya sudah berniat untuk makan sebanyak-banyaknya hehehehe.
Terus terang, saya ketika tiba, hati saya agak riuh. Tempat undangan masih kosong kecuali keluarga mempelai sudah ada, tapi parahanya tidak ada satupun yang saya ingat. Bahkan ibu pengantin perempuan pun saya tidak tahu. Mau perkenalkan diri, tapi tidak tahu pada siapa. Alhasil masuk WC. Sengaja berlama-lama.
Ketika sudah tenang, baru saya keluar dan menyalami keluarga penganten, sambil menebak-nebak apakah mereka mengenali saya atau tidak? Maklum, saya terkenal seperti ciplakan ibu saya. Baiklah, urusan salam menyalam terlewat sederhana tanpa cerita. Masuk ke cerita pencarian tempat duduk.
Dengan trend masa kini, Event organizer yang mengambil alih posisi pengaturan tempat duduk yang dulunya diisi oleh para anggota keluarga. Alhasil, terjadilah percakapan berikut.
EO 1: ........ (diam menunggu sambil memberikan senyum tercantik)
Saya:... (berdiam sejenak menunggu ditanya, tapi karena si EO 1 diam tersenyum), "saya dari keluarga perempuan"
EO1: kartu mejanya ce...(masih tersenyum manis)
Saya: (kagok), saya tidak dapat kartu meja, tp saya dari keluarga perempuan
EO 1 bertemu EO2
saya disambut EO 3
EO 3: Kartu meja ce
EO4: teman kuliah ya?
Saya: bukan, saya dari keluarga perempuan dari Makassar. Di kartu souvenir cuma ada nama ayah saya
EO2 membaca peta meja rumit dengan nomor-nomor
EO2: meja 42 saja ya...
Saya: manggut-manggut
Sesampainya di sana, saya duduk dengan 2 orang lain yg saya tidak kenal tp mereka jelas keluarga perempuan.
Saya menunggu dan menunggu...
Selang beberapa waktu, meja mulai diisi. Kursi di samping saya ditarik ke belakang. Begitu saya menoleh, betapa bahagianya saya, orang yang menarik kursi itu adalah orang yang saya kenal baik :)
(Adegan wajah saya, tersenyum sumringah. Adegan hati saya berteriak gegap gempita, seperti meloloskan bola salju yang menggumpal... hahaha)
Kursi itu ditarik oleh istri sepupu mama saya yang lain. Mantu dari saudara perempuan kakek saya.saya cukup akrab dengan beliau, Angkim Nirma, angkim favorit saya dengan gaya yang keren (ppsst; dia orang Bugis asli). :) Lega... dan akhirnya wajah-wajah familier semakin bermunculan. Ketemu dengan Ai Shennie (yang ternyata saudara dengan papa si pengantin perempuan), yang bertahun-tahun cuma kenal lewat cerita mama, dan baru ketemu muka ketika dia datang melayat mama Januari lalu. Dan betapa ajaibnya, saudara ai Shennie yang tidak pernah saya temui (atau seingat saya begitu) mengenali saya dan memperkenalkan saya ke anak-anaknya lengkap dengan informasi di mana saya bersekolah.
Luar biasa sekali jaringan keluarga ini. Entah memakai sinyal apa.
Hahaha.
Pesta pernikahan tersebut sangat mengingatkan saya akan mama. Pasalnya, sudah lama mama tidak bisa pergi ke pesta-pesta seperti itu sewaktu mama hidup, sayalah yang selalu menjadi matanya. Saya selalu meng-update dengan sms. Siapa yang datang, si angkim ini pake baju apa, atau makanannya apa-apa saja. Semua saya lapor secara terperinci dan mama selalu bilang, dia seperti sedang ada di pesta :')
Saya merasa sangat bersyukur bahwa saya pergi ke pesta itu. Merasa sperti "sudah ditakdirkan"
Saya ingat, ai Shennie memandang saya lama, dan berkata "jangan sampai karena mamamu sudah tidak ada kau tidak cari-cari kita lagi :)" saya menjawabnya dengan janji akan selalu keep in touch.
Ah Bulan Desember, hari pertama saja, saya sudah mengalami kejadian-kejadian yang menurutku bukan kebetulan.
yang pasti, Bulan Desember saya awali dengan mengikuti intuisi, dan intuisi saya mengatakan mengenai "bulan yang baik"
Tahun yang baik...
ya... "semua akan baik-baik saja"
CVB
Tuesday, September 24, 2013
Ganteng No. 10
Melalui musik, melalui kilasan kenangan-kenangan.
Aku tidak keberatan...
Karena kau selalu begitu... dengan gayamu yang tidak tahu malu.
Datang seenaknya, lalu pergi menghilang juga seenaknya.
Aku tahu hanya kenanganmu yang masih membuatku tersenyum. Tentang keberadaanmu sendiri, sudah tidak begitu penting.
Namun, kamu... dan segala tentang dirimu tidak membuatku merasa sesal setitik pun. Kamu tetap menjadi Ganteng no. 10.Kegantenganmu bukan rupawan, daya tarikmu yg kuat, sifatmu yang seenak jidat, dan sepasang mata itu... menjadikanmu angka sepuluh...
Sepuluh, angka sempurna...
Malahan, tiap kali mengenangmu, aku dipenuhi luapan rasa syukur. Hingga sekarang. Terbilang 2 tahun setelah segala tentangmu sangat nyata dalam hidupku, aku tetap bersyukur..
Aku selalu mengucapkan terima kasih ketika kau datang mampir seenak hati...
CVB
Sunday, September 22, 2013
Di Persimpangan Jalan
Cukup kompleks, dan tidak umum tentunya.
Ya, itulah aku.
Aku sendiri tidak pernah 100% mengerti kenapa aku tetap berada di sebuah posisi pada saat hati ini dipenuhi dengan kewaspadaan. Banyak orang yang akan beralih dan pergi ke jalur aman, di mana mereka merasa aman dan nyaman. Jangan kira aku tidak suka dengan kenyamanan...
Setelah melewati sekian banyak petualangan di tahun ini, aku mulai menyadari bahwa aku adalah orang aneh.
Saat jelas-jelas tahu bahwa di sana ada belokan tajam yang memungkinkan aku terjun ke jurang, aku tidak akan menginjak rem, malah sebaliknya, aku akan menginjak gas.
Aku sendiri tidak mengatakan bahwa aku adalah petualang sejati yang tidak kenal takut. Aku adalah penakut,
yang pemberani...
Kontradiksi...
sekali lagi...
Aku selalu dipenuhi ketakutan-ketakutan... tapi, anehnya, semua itu tidak pernah menghentikanku, walaupun tentu saja, semua ketakutan itu memperlambat tindakanku. Tapi, kerap kali, aku akan terus di jalur yang aku ambil, yang kutahu ada bahaya-bahaya yang akan ada.
Mereka menyimpulkan aku pemberani...
Aku sendiri tidak menganggap aku pemberani.
Namun, konsekuensi-konsekuensi yang sudah aku pikirkan tidak akan membuat aku berhenti.
Tentu saja tidak...
Aneh ya?
Baiklah...
Aku memulai pekerjaan ini dengan hati yang penuh dengan was-was. Tidak begitu kuungkapkan dalam post-post yang sebelumnya. Belum pernah kukatakan dengan gamblang. Akan tetapi, di satu sisi, aku mengatakan aku takut, dan excited sekaligus. Kita berbicara bukan hal 'ketakutan' akan sesuatu baru, ini berbicara mengenai 'hal-hal negatif'' yang sudah pernah diperingatkan. Dan itu... yang membuatku makin was-was.
Katakan aku gila.
Bukan aku tidak mengindahkan peringatan-peringatan itu. Hanya saja, aku hanya bertindak mengikuti alur.
Aku sendiri percaya bahwa setiap manusia sudah mempunyai alur sendiri. Naik turun berkelok-kelok.
Dan segala pengalaman pahit maupun baik akan membawa kita kepada satu titik dimana akan diawali dengan penyesalan, dan akan ditutup dengan suatu ucapan syukur...
Aku di sini.. sekarang... di persimpangan jalan sebelum memasuki jalan penuh kerikil yang mungkin akan menciptakan rasa menyesal dan sakit. Tetapi, aku juga sekaligus menanti momen itu. Di mana aku akan bersyukur... akan semuanya...
Ya semuanya...
Mulai dari senyum manis ibu tua pemilik rumah sebelah kos-kosan, hingga orang-orang yang memakai topeng...yang belum tentu adalah pilihan mereka...
CVB
Wednesday, July 17, 2013
#10000miles - third edition "Last MInute"
Last Minute
I believe in intuition...For me, it is the easiest way to make a decision...
Logic can give u headache sometimes, sedangkan intuisi bisa bikin segala-galanya menjadi "mudah" :p
Aku jadi ingat dengan keputusan aku mengenai pulang-for-good di thaun 2011 membawa aku ke sebuah pemikiran bahwa intuisi memang tidak pernah berbohong. Mungkin mengelabui pada awalnya, namun pada akhirnya mau nggak mau kita setuju dengan intuisi itu.
Keputusan aku di tahun 2011 memberi aku kesempatan untuk bersama dengan mambo selama setahun... daaan... aku nggak menyesal sama sekali... :). It was started out pretty roughly - story here.
But it was not a regret at all - story here.
Nah,
I honestly cant tell you what I actually gained out of this semi-impulsive-journey. It didn't take me a long time to decide. It's absolutely not only for recharging and relaxing. Anyway, it's more miraculous in terms of meeting friends. I first told you in the second week about how I bumped into friends without any plan at all! Hahaha...
Now, it's all about last Monday - my last day in Minneapolis.
I headed out in the afternoon. I was going to Keiko san for last lunch with her, and impulsively I stopped by at Newman Center which was a long the way. I hardly met Greg - my ex boss when I was a peer minister 3 years ago - on every Sunday for mass. Based on father Ivan's information, I urged my self to once again look for meeting him. Yes! He was there. I did not try hard to look for him, he was just standing there at the gathering space. LOL... it was only 5 minutes meeting, but it was a miracle number 1 for me. Very last minute, yet very special.
Then, I had a wonderful lunch with Keiko san and friends. She made a pasta with fresh organic pesto. Also, I was surprised how delicious sweet met savory - prosciutto and cantaloupe- was amazing my friend. We talked a lot about food culture LOL... There were Korean American Indian, Chinese Indonesian, and Japanese. All was about food... :)
In the evening, I headed out to campus to meet another friend in the last minute. Since, she was really busy during summer school. She's a Korean friend who was in psychology major. While I was walking, I found a familiar face on the road. LOL. It's Tony, an African gentleman who played jembe at Newman Center in the evening mass. How lucky I was. I was thinking about him during my visit in Minneapolis, but I always went to morning mass so it was quiet impossible to meet him. Oh miracle number 2!
5 minutes but again... it's a special encounter...
That very night, a dear dear friend of mine whose place I invaded for three weeks turned 21! HAPPY BIRTHDAY @cehaha.
That then be my last chance to meet all fellow Indonesians... :) Glad to meet them in the last minute..
My last weekend was also memorable. Saturday morning was quiet an exercise and adventure haha. I was out with Ern and her friends to Minehaha park and fall. Though, it's not my first time going there, it was my first time going down to see the fall upclose, and ride quart surrey hahaha. Remarkably tiring. FUN! haha
At night, I finally got to go to jazz bar. Well, it's not actually a jazz bar but there was a live jazz performance aaaand good cocktail as a companion. Gah! Best "malam minggu" ever! It was one of my want-to-do-list. It's well executed. Thank you bang Weha and Ceha..
My Last Sunday was also amazing! Started out with a breakfast date with Katie my super CA. How funny that her boyfriend said that we two were so alike. She is American Chen version and I am Indonesian Katie version LOL Yep, we had so much in common regardless our appearance difference LOL
Then, at the mass, at St. Lawrence Newman Center, I found it was a super good last mass when I was sitting with all my good friends in one bench hahaha. Katie became one of 'Indonesian'(s) hahaha... The mass was led by Father Bob whom I knew since I first came to Minneapolis 3 years ago.
It's a great last mass!
Lunch was loud and delicious. We were eating at Old Spaghetti Factory. I did not know how it happened, but we giggled all the time until stomach was about to explode by good food and good laugh.
Dinner was the best. I had the best meal ever hahaha. I was so excited about Kimchi pizza and it's soooo gooood... :)
| Kimchi Pizza |
| The Forager - mushrooomssss |
| Korean BBQ Pizza |
Ah I had a wonderful time... but thinking about airport, airplane, baggage, and flying back home made me nervous. Remember how sucks United regarding baggage checked in? I was so ready to pay my second baggage - $100 :(
I kept praying to get a last minute miracle...
AND
yes... it happened :)
MIRACLE NUMBER 3...
I still needed to pay my baggage but only $60. I knew it's not so much different. But hey! I still got $40 to spend in Singapore and Hongkong hahaha. I could get starbucks, nylon magazine, and took a shower in Singapore... God is good...
In the end, this journey is ended with a smile...
I smile because I had so many good good friends...
I smile because they all care about me...
I smile because there are these people who exceptionally accepting who I am...
I know I am not a perfect friend... for some people, they found me annoying and immature, but I still smile... because I cannot lie that these wonderful things (including those whom I hurt) strengthen me...
I know I don't have my mother to share laugh with anymore, but she's still there... I feel the exact same love that she would give to me trough these friends... :)
I am sorry that everytime I write a blog, it's always being related to my mom. hehehe
She was my good example of how treat people. She is an expert in hospitality. She does not hesitate to ask people for help and she has no hesitation to give more... more... and more...
Thanks mambo to teach me to smile to everyone...
Thank you EVErYONE!! Thanks Minneapolis..
and yes...
Till we meet again...
PS: More pictures are on instagram- sivibi
Can I tell you that I can't wait to meet them ??? My summer is not ended yeeet !
More smile to come...
![]() |
| mej dutch folks ;) |
Current time: 6.21 AM and I need to board at 6.45 AM - a last minute post :P
CVB
Tuesday, July 9, 2013
#10000 miles - second Edition
Friends-Companion-Happiness
It's such a bless...Friend it is....
Teman adalah berkat. Mau yang sering cekcok ama kita, mau yang pernah bikin sakit hati, sampai yang masih baik sama kita apapun keadaannya...
Semua itu baik...
I know I am not a perfect girl, but I have met a bunch of good friends.. and I am happier than ever....
Minggu kedua di Minneapolis, Minnesota... penuh dengan "temu kangen" haha. Sebenarnya sih sudah dimulai dari minggu pertama. Dimulai dengan "temu kangen" makan makanan pedas ala sechuan, makan BABI panggang ala Korea Cafe (mambo's favorite), dan pastinya beberapa teman... :)
Nah, di minggu kedua di sini, the real adventure began!
Dimulai dengan ketemu ama TANTE JEPANG a.k.a Keiko san... a lovely Japanese lady that I met in the middle of a concert. She was just a random person sat beside me while enjoying a gospel concert. LOL and... the conversation started. That's how everything started. I started to go to her place for practicing piano. Then, we got to know that we had in common other than piano - it's cooking!!!Especially, Japanese and Korean food lol...
So, I was invited to have a big feast of Korean food ;)
I got introduced by a Korean-Native-American woman - and yes! we had in common. It's FOOD! hahahaha... So, by saying things like that, I just made another friend.... don't you think?
Lalu... berikutnya! Akhirnya bisa ketemuan dengan Ern. One of my besties...
Dia yang menemani pas lagi menggalau, beberapa bulan sebelum memutuskan untuk "pulang for good" 2 tahun yang lalu!!! and our destination was BUn MI andd MOA - Mall of Americaaaa
| 2 stories giant Forever 21 in a Giant Mall - Mall of America |
Then! We had 4th July!
Yellow Fireworks!
My friends brought me to Fort Snelling, a historical fort.
It's interesting.
Bentengnya tidak lebih besar daripada Benteng Rotterdam yang ada di Makassar. Tapi, yang bikin saya salut adalah orang Amerika sebisa mungkin menjaga dan melestarikan bangunan bersejarah mereka. Bukannya dijadikan ruko atau gedung bertingkat - (saaaad about what had happened to Makassar historical sites).
Anyway, ada banyak "tentara" yang udah lansia... haha... tapi jadinya bisa merasakan a strong old feeling LOL.
| Old Library at the quarters |
| These were used by soldiers BACK then!! |
| me and the "lady" |
| us and the "soldier" |
| left right...left right... left right... left right... |
| It's so packed!!!!! |
| me and my super CA - Katie |
Weekendnya, aku diajak berpetualang ke Still Water - 25 to 30 minutes driving.
Honestly, it reminds me a lot like Ubud LOL! Little cute stores and bars along the street. However, instead of rice fields, we will see St. Croix river that separates Minnesota and Wisconsin. We definitely did not miss the chance to pay Wisconsin a quick visit! ;)
It's just across the bridge! Yippy!
I got to taste Wisconsin Cheese curds and wear the cheese head! LOL
What made me even happier was - I bumped into my Malaysian frieeends!!! Tralalalalalalala
Jadi, waktu itu aku lagi berakting menjadi tukang parkir untuk Katie. Then, tiba-tiba ada yang teriak "chendani... chendani... chendani" Begitu kaca mobil diturunkan - Ya ampuuun, all the familiar faces were shown! LOL...
BERUNTUNG KALI
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
It's not even closed to where we lived, but I could meet them there! LOL
We headed to downtown St. Paul for Mickey's diner!!!!
I love this place. Kalau untuk ukuran lidah Indonesia, mungkin terlalu plain and too simple, but diner food is American pride. :) Greasily Good! hahahaha
| Cheese Burger and homemade fries |
| I got my beef patty melts with coleslaw |
"moca falito marakee pochi moca patachi patata moja moca linguini maradee loto na do re do re naa lapa take alo tubu dewaa lapa take alo tubu dewaa palake lemiju palaku lenoka kappapo kule PAPRIKA lapa take alo tubu dewaa lapa take alo tubu dewaa linda lulebodo lile CARBONARA ledeshi lede GARLIC laaa (repeat 3x) YAAAAAAAAAAAAAAHOOOOOOOHUUUUU"
Hari Minggu, di Gereja, I met another friend!!!!
I didn't know that she's still going there... since I didnt meet her last Sunday!! LOL
Gosh!!! Happier than ever!
Bener kan... omongan "kalau jodoh pasti bertemu" itu nggak main... dan kemarin Yoon-Jee the new friend that I just met through tante Jepang, dia bilang "everybody was met on purpose" and I totally agree with it...
Semua ini sudah seperti diatur. Ada juga orang yang biar sudah satu kota atau satu daerah tapi jarang sekali ketemu. I have traveled around 10000 miles and I got to meet these people... :) Feel so blessed now!
Dan hari ini tepat seminggu sebelum pulang ke rumah...
And I am ready to go home :)
I hope, everything gets better in the last week before 23 hours flight ahead. (sad face)
CVB
Friday, June 7, 2013
Jingga dan Kelabu
Hidup itu penuh warna...
Buat apa menyusahkan diri dengan memori yang membuatmu muram,
Padahal, ada begitu banyak menit yang terlewat dengan penuh canda dan tawa...
Biarkan kemuraman itu dicerna dalam lambung menjadi zat-zat yang berguna bagi hidupmu, tidak ada untungnya mengecap makanan yang tak enak lama-lama. Sama seperti memori... tidak ada gunanya bergelantung dengan kemuraman lama-lama
Kemuraman ibarat kelabu...Tidak ada yang salah dengan kelabu,
tetapi....
bukankah jingga lebih terlihat daripada kelabu?
NOTE: all the pictures are taken from my cousin-in-law's facebook...
NOTE II: I am a past oriented person... this period of time, I have been haunted by all the regrets... Happy memories were tinted by those guilty feelings. It's a good sign and a bad sign. Good when it motivates me to do better... bad when it keeps me in place, not moving anywhere...
If I want to move on, I am just looking more into "Jingga" then the "Kelabu"...
NEXT on SIVIBI: A.B.G
Wait for it ;)
CVB
Sunday, May 26, 2013
Amayzing May
Hm... started out with back to the pool again! Yeah baby, swim regularly is back on schedule. Almost everyday excluding Wednesday and Saturday, me and papo and retty will go swimming. Not losing any weight yet, but at least feeling a bit freshened. However, there are some issues of swimming in Makassar.
1. All the swimming pool is outdoor so if you dont want to get too tanned, you must have to wait until nighttime - my swimming time is around 6.30 - 7 PM
2. The other thing about swimming pool is most of people who go there are not swimming. They are in the pool for hanging out. If you are unlucky, you get into a hotel swimming pool and think about doing 15 laps at least, you end up going home after 2 or 3 laps. Why? Because you have to swim zig zag, or you just bump into everybody. In another case, you are making the other peeps jealous since you are doing 5 laps non stop and they are only doing one-go and stop. Sometimes, they are dealing with phone (with the water proof casing of course) in the pool. OH MY!!! hahahahahahaha
Anyway, swimming helps me a lot!
Second thing about Amayzing May is - I watched a very cool drama that keeps me giggle everytime I watched it. Called What's Up - I've made a post in my MABOG (Majalah Blog, all about reviews). Watching each episode feels like watching a movie. Each episode was made with a handful of care. I even made a note of which episode that I really liked the most, which scene, and so on. I ended up making a journal about it hahahaha. I have never been hooked by a drama this much. Before I went to sleep, I would see a scene or in the end, I just wanted to re-watch it again.
Also, I found a book that answer my questions about country with a name - Stan,. Stan, Stan. Turkmenistan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Kazakhstan. Agustinus Wibowo's book - Garis Batas. It reminds me of my Anthropology's textbook or Asian-American History textbook. Full of Anthropological points hahaha and history of East Asia, a foreign land for most of us. I did not know how they look until I encountered a friend of Kazakhstan and a cute waiter from Kyrgyzstan in 2008. Since then, I always wanted to know more about those Stan Stan countries. Don't worry, I will write about it in MABOG as soon as I finish reading about it. I personally wish, it can be published in English, should have told Agustinus Wibowo to work with John McGlynn in Lontar Foundation!
Third thing, I GOT MY SUPER (Belated) Birthday Present! It's SOEGIJA's DVD with a signature of Garin Nugroho, the director. Gosh kudos to Stella Pacis!!! hahahahahahaha
However, this month, my mood is still out of control. There were two days that I felt miserable again! I cried out of blue. I was suffocated till my heart wanted to explode. And I cried, alone! My father was out at that time. At night, I cried loudly without knowing the reason. and Today, I am feeling lazy. Lazy meeting people. So here I am writing a post.
Regardless those unfortunate feeling, I am still saying that May is AMAYZING ;) You dont know that nowadays, feeling extremely free of worried, or exciting are really rare for me? So 20 days of excitement minus 2 days of mellow-ing, I am still saying that that's an achievement. And Can't WAIT FOR JUNE!
Why?!
Numero Uno... I will not be a teacher anymore. I will have my getaway to pull myself and ready for a new adventure out of Makassar. (deep breath).
3 weeks for calming my self. Watching drama, movie, variety show. Writing blog, my Alex,Alex, dan Alex, writing articles, travel notes. Reading English books, improving my English. Embrace my past and at the same time.... my future. Thinking of it, make me realize that 2013 is really fast. 2012 did not let me to have a dream. early 2013 was too hard for me, and in this month of May (after 100th day of my mom) I start thinking about this again - dreams... goals...
When I decided to go home for good in 2011, I knew that I could be stuck. In 2012, I just realized that I did not have any goals; thus, I was nearly stuck - lazy. monotone. Therefore, goals are needed to keep me moving. Dont you think?
Kim Byun Gun ever said (one of the characters in What's Up, played by Jo Jung Seok), a dream is becoming real when you are not sitting down and daydreaming about it. Yes indeed.
So this is what I want to do.
1. August 2013; finish Alex, Alex, and Alex
2. September 2013; start working at .....
3. December 2013: upgrade my phone
4. March 2014; JAVA JAZZ FESTIVAL
5. October/November 2014; Korea trip!
Pray for me as I can reach those goals :) aaah just thinking about it, I can smile... that's the power of 'dream'
| My father had put a lot of care in doing this. The only one in the world I may say, a woman he loved is accompanied by a stone turtle. A sign of immortality, fortune, and loyalty... |
CVB




.jpg)





