Monday, July 31, 2017
#28GoingStrong - just keep swimming... keep swimming...
Bagus pikirku.. jalan sudah terlalu kering, sedikit dibasahi mungkin akan lebih baik.
Beberapa hari sebelumnya, aku sempat berpikir soal hujan yang turun. Padahal ini sudah bulan Juli. Benar saja, tidak lama setelahnya, hujan turun di Surabaya selama 2 hari berturut-turut. Begitu tahu hujan turun pagi tadi, aku tersenyum, masih di tempat tidur. Agaknya alam semesta memang mendengar.
Bukannya mau terdengar ala-ala Paulo Coelho atau mencoba berbagi soal "The Secret", aku pribadi tidak pernah tertarik membaca "The Secret", but oh well, I did enjoy "The Alchemist" by Paulo Coelho. NO worries, tidak semua pikiranku tidak menjadi kenyataan. ADa banyak pikiranku di awal tahun ini yang tidak kejadian, tidak sesuai dengan harapanku pribadi.Lucunya, ada banyak pikiranku juga yang menjadi kenyataan - atau lebih tepatnya ketakutanku. Sebagai orang yang mempelajari psikologi, aku bisa menjelaskan panjang lebar dari segi teori, tapi itu tidak akan aku lakukan di sini. Karena aku di sini hanya sebagai manusia biasa yang sedang belajar mendengar, melihat, dan merasakan.
Tahun ini, tahun di mana aku dan diriku lebih saling mengenal. Aku tahu kapan aku akan stress, aku tahu apa yang terjadi dan berusaha melawan segala reaksi kimia yang alami terjadi *sebut perasaan, aku belajar mengetahui apa yang aku benar-benar mau, dan bagusnya...aku tidak lari dari kenyataan.
Masalah itu menurutku seperti sebuah permainan antara otak dan hati. Ketika masalah muncul, otak membaca dan memberikan teori-teori yang bisa membuat kita keluar dari masalah tersebut, namun nakalnya... perasaan akan membuat kita susah untuk bergerak. Bahkan melakukan sesuatu yang bertolak belakang dari yang seharusnya. Kata lainnya, barang gampang jadi susah. Tetapi, justru karena adanya eksistensi dari perasaan ini maka kita, manusia, bisa bertumbuh, bisa lebih mengenal diri kita, dan bisa membawa kita untuk ke level selanjutnya.
Perasaan manusia terlalu kompleks. Dia seperti fluid. Tidak bisa ditahan, selalu mengikuti gravitasi bumi, dan sepantasnya tidak ditahan, melainkan diberi pipa-pipa khusus untuk diarahkan ke tujuan yang benar. Jadi, aku selalu memutuskan untuk selalu menerima perasaanku, mau itu perasaan kecewa, sakit hati, atau yang lainnya. Karena dengan begitu aku tahu apa yang harus aku laukan selanjutnya.
Just.. keep swimming.. keep swimming...
You'll find a way. Never change your aim... set it. fixated it. and yes... keep swimming.
CVB
Tuesday, July 18, 2017
Memori dalam Toples Plastik

Menurutmu ini apa?
Hanya sebuah kue?
Jika benar, kue apa kira-kira?
Mungkin kamu bisa menebak?
Kuhitung 1...2...3..
Kukira tidak ada yang bisa?
Jika kau bertanya balik "ini apa?"
Aku akan menjawab "identitas..."

Kami menyebutnya kue delapan. Mambo kadang bilangnya Kue Keju Manis. Kue Keju Asin itu kastangel. Seumur-umur aku cuma pernah melihat kue ini di 3 tempat.
Rumah Ama - mama dari mambo, rumah Maneng - tante dari mambo, dan rumahku sendiri. Tiap imlek, kue itu selalu hadir manis di sebuah toples transparan. Tidak jarang tanteku memberikan aku kue delapan ini di sebuah kaleng bekas mentega. Keluarga dari mambo tahu aku amat sangat suka kue ini. Seperti yang mambo namakan; kue ini pakai keju dan rasanya manis.
Kusebut ini identitas, karena hanya dikenali oleh segelintir orang, exclusive keluarga kami kalau aku bisa bilang. Tidak tahu asal muasalnya dari mana, bagaimana sejarahnya, dan siapa yang menciptakannya, tapi yang kutahu ini kue yang paling aku suka di seantero dunia per-kue keringan. Dan hanya bisa ditemukan di keluarga kami.
Kalau melihat kue delapan ini, cerita yang terputar di kepalaku adalah talenan putih besar (aku curiga tegel rumah), taburan tepung terigu, adonan yang dibentuk bulat panjang dengan satu tangan, bau mentega, dan mambo. Kadang aku turut membentuk kuenya. Menurutku dari semua kue delapan yang aku pernah makan (hanya terhitung dari buatan si Ama, si Ai, dan si Maneng), mambo punya yang paling juara. Garingnya pas, tidak pernah terlalu gosong, dan kejunya lebih banyak.
Kue delapan ini tidak jauh-jauh dari memori soal mambo. Maka kusebut ini sebagai identitas. Karena memori mengenai mambo tidak lepas dari identitasku. Mau orang itu sudah pergi, pengaruhnya sudah mengakar di hati. TIdak hanya mambo, tetapi orang-orang lain yang hanya meninggalkanku dengan sepotong memori tentang mereka. Memori itu meninggalkan bekas dan pengaruhnya ada dalam pembentukan identitas.
Ya, kita ini terbuat dari orang-orang yang ada di sekeliling kita. Ada yang 50%, ada yang 80%, ada yang cuma 10% pengaruhnya. Suka atau tidak suka. Intinya, setiap memori yang tercipta, sekecil apapun itu bertalian dengan identitas seseorang. Entah karena konfirmasi, atau pancingan keluarnya satu sifat.
Itu saja yang aku mau bilang.
Izinkan aku menikmati kue delapan ini pelan-pelan.
CVB
Tuesday, January 17, 2017
Januari - Semacam Lagu Galau dari Glenn Fredly
Aku bukan orang yang percaya cosmic, atau tahayul, tapi tidak sepenuhnya merunut pada kitab suci juga. Aku menikmati hidup dengan berbagai dimensi. Aku jelaskan ini karena hanya ingin mengungkapkan perasaan di hati saja.
Selalunya, tiap tahun itu kurang lebih mempunyai big theme. Contohnya di tahun 2015, kejadian-kejadian yang terjadi semuanya seakan-akan adalah jawaban atas doa atau permohonan aku secara nggak langsung. Aku kepengen ke US, di bulan April aku diberi kesempatan. Aku sedang bertanya-tanya, tiba-tiba aku dikasih kesempatan untuk menyelesaikan pertanyaanku. Susah dipercaya, tapi memang begitu. Tahun 2016, uji kesabaran. Semuanya serba misterius, menggantung, dan pelan-pelan terselesaikan. Jadi, seperti apakah tahun 2017?
Bulan Januari menjadi bulan yang galau hanya gara-gara, aku sendiri belum bisa memutuskan tahun macam apa ini. Apa yang harus aku siapkan, ceritanya nanti seperti apa. Masih meraba-raba. Bulan Januari sebagai bulan awal, dan juga bisa kusebut sebagai bulan transisi. Bulan penuh observasi. Tentu saja, aku percaya bahwa hidup itu bukan pre-destined seutuhnya. Manusia bebas memilih, tapi... aku percaya bahwa aku nggak sepernuhnya bergerak sendiri. Hidup aku seperti dituntun. Ada sebuah benang merah yang bisa aku jadikan panutan sepanjang tahun ini. At least that was what happened
Bulan Januari juga menurutku seperti satu fase setelah kita menekan tombol restart. Seperti ada babak baru yang dimulai. Kadang, rencana yang tersusun tahun lalu bisa berubah 180 derajat di tahun yang baru. Dan semua perubahan ini cukup terasa di awal bulan, ya di si bulan Januari ini. Seakan-akan tahun ini emang benar-benar di-restart. Akhirnya, kita butuh waktu beberapa saat untuk kembali bisa beradaptasi lagi. Ada banyak hal baru, adjustment lagi. Tahun baru semacam menerima paket baru. Tugas baru lagi untuk naik level, atau tugas yang sama karena levelnya belum selesai. Januari seakan-akan menjadi semacam penentu.
Aku menulis ini, hanya sebagai pengukuhan saja kalau semua akan baik-baik saja. Aku merasa beberapa tahun belakangan ini 'program'nya sama. Ada semacam - refresh - di awal tahun. Dan seberjalannya tahun, kita jadi bisa lebih tahu patternnya seperti apa. Mungkin... ini hanya terjadi sama aku saja.
Either way, I have been thinking if I still have 300 more days to conclude what kind of year 2017 is. I feel good about it; though, these gloomy and sunny days coming and going. At least, I am starting with small goals. Building up what I am aiming. Little by little. So chin up Chen :) soon is February, nggak ada lagi lagu galau ...
harusnya...
haha...
Walaupun mungkin aku harus sedikit merubah rencanaku di tahun 2017 karena segala unexpected things yang terjadi tahun lalu, aku masih merasa positif, kalau tahun 2017 akan menjadi tahun yang menyenangkan lagi :).
Kunobatkan bulan Januari sebagai bulan yang mengajariku untuk bersabar... karena terlalu banyak hal yang cepat-cepat ingin kuketahui. Apakah aku jadi ke Belanda atau Penang tahun ini seperti yang kurencanakan sebelumnya? Apakah aku akan sukses tahun ini? Apakah 20 buku bisa terbaca tahun ini? Apakah aku akan bertemu teman baru? Apakah hubungan-hubungan dengan orang terdekatku akan lebih baik? Apakah akan ada anjing baru? Pertanyaan-pertanyaan ini muncul secara voluntary, Tentu saja, aku masih punya 300 hari ke depan untuk bisa mennyelesaikan satu per satu. Ah Chen,... nikmati saja. Tidak usah terlalu terburu-buru. Nikmati segala perasaan; sakitnya, bahagianya. Tidak perlu terkaburkan dengan ketakutanmu sendiri. Begitulah caranya untuk menghadapi tahun baru.
#iknowiamrandom
Cheers
CVB
Sunday, January 17, 2016
17 Days
Too much of weird things happened, like today. I am confessing to you that I was too-determined to skip going church. My excuses were I got nausea, my body temperature is rising again, I felt sick (like want to vomit), and it was raining. I did not want to take car at the office nor do I want to take a walk to church. Not to mention, bomb and shooting in Jakarta a few days ago, and our beloved Prof. Snape's death at the very same date.
I must add, everything that set as resolutions was going against my self. I am having a hard time controlling my appetite, not to mention hitting the pool or do mat exercise like I did in 2015. Bank account is hitting low whereas I am planning on a big travelling plan in the end of the year. Everyhing seems require more effort.It is a new beginning indeed. Like I am at a new level now (because my resolution was a bit of continuity of 2015).
It's been 17 days in the new year, but I start to feel... I somehow need to be 'stronger'.
I know it is just SEVENTEEN days in 2016, and I sound slightly defeated. But, really... I feel so weird. January started a bit weird anyway.
oh well...
It is just day 17 Chen, 2016 still has a long way to go. 349 days are awaiting. And, I do know that miracle happens, magic exists, good things are available, and happiness is around. I just need to do extra work to stay on track.
Ready to rock and roll in 2016!!!!
CVB
Sunday, December 13, 2015
Sebuah Tanya (Soe Hok Gie) - December story number 5
Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih berbicara selembut dahulu? Memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
Sambil membenarkan letak leher kemejaku?
Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
Kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram,
meresapi belaian angin menjadi dingin.
Apakah kau membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat.
Lampu-lampu berkelipan di Jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya.
Kau dan aku berbicara tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti Jakarta kita.
Apakah kau masih berkata, kudengar derap jantungmu.
Kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta.
Hari pun menjadi mala, kulihat semuanya menjadi muram,
wajah-wajah yang tak kita enal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti, seperti kabut pagi ini.
Manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan bersama hidup yang begitu biru.
Soe Hok Gie (17 Des 1942 - 16 Des 1969)
Desember adalah bulan yang sendu.
Membuat mengingat yang lalu-lalu.
Hanya dari sebuah puisi...Agar pesan hati sampai...
CVB
Tuesday, November 17, 2015
When things are ugly
I force myself to work so I am looked normal.
I dont want to be disturbed when I am at home, but I am sick of being alone.
I like to be in my room, but longing for a company.
Shit happens...
It will pass...
Tuesday, June 2, 2015
That Last Day Again. That New Place Again
Part 1
That Last Day Again
May 28th 2015
I have this love-hate feeling towards Good Bye. It is a bittersweet feeling. You always feel loved when it comes to good bye. Yes, there might be people who relieved that they are going to separate with you. Yes, it is always hard to be parting with something that you are used to, you are comfortable with. Then, people will say, "if you want to move forward, you have to go out of your comfort zone." (long sigh)
So, here I am on my last day in the office. Got a little surprise from my crazy colleagues. They knew me too well. I was given a big Plush of ELMO, a towel, and last batch of Starbucks! I will not have a lot of chance of Starbucking in the new city. Good! I need expense-diet. That little surprise has brought tears to my eyes... I love these peeps! Our fun time in the office. Our stressful moments together.
Oh well!
People have been congratulating me and wishing me well. They also said that I must be excited. Excited? Low level yes. Not as much as in the past. Moving to a new place, will have to adjust again, adapt again, get to know around again. I have to step outside my comfort zone again.
At last, everybody is moving forward. There is no time to regret anything. I have to put aside my inner ego to just be under the blanket. Here is that time when I am at the start-point again. Gaah. It is actually not really comfortable, but I have this slight feeling that "everything is going to be alright"
For it is always going to be alright
:)
Till we meet again my Genk Koplak!
Going to miss our BS on skype, everybody's laughter, my kriwul manager, free pizzas and starbucks, and everything about it!
Love you full!!!!
Part 2
That New Place Again
June 2nd 2015
Last Sunday I went to the mass, then I started finding my grip again. Mass and church are always the most familiar thing I found in a new place. It reminded me to have a hope again. Just like starting a new habit in this new month (I started a new habit on 1st day of June btw).
Sunday, May 24, 2015
Life is F.U.N.N.Y
You can be born green, you might go to Hogwarts when you are 11, or you probably fall in love with someone younger than you,..
You never known.
Sometimes, we don't expect
Always, we cannot predict
Only rely on the heart which never tells a lie...
Life is indeed funny...
Just like mine. I can never predict, and I did not expect.
MakassarLife is definitely funny.
Seattle
Minneapolis
Surabaya
Malang
| you just never known, Chen |
Is it just coincidence?
Does it mean anything?
You never known....
It is going to be turned to another page.
It is still a blank one.
What's going to be written?
You never known...
#LastWeekInSBY
#packingweek
Sunday, February 8, 2015
Cerita malam - 'Kepada Hati'
Selamat malam hati,
apa kabarmu?
Merindukah atau menyepi sebab sepi?
Kau kira akan ramai lagi?
Ternyata tidak begitu?
Angin malam menyapu,
tanpa pesan apapun
Bahkan yang diharap tak berkunjung
Yang dilakukan hanya tunggu, menunggu, dan menunggu.
Sambil kembali berharap semu.
Kembali merindu...
Selamat malam hati...
tidurlah...
biarkan malam mengganti membuat melupa.
Walaupun, kau tahu betul, otak tak mengingat, tapi hati tak pernah tahu perihal lupa
Rasa tetap ada dan membekas.
Lalu... apa yang kau buat setelah tahu?
Diam
CVB
Monday, December 1, 2014
DE-SEM-BER
Desember, bulan terakhir di penghujung tahun
Desember, masa Advent
Desember, sebuah penantian akan tahun yang baru
Desember, wujud perayaan
Desember, adalah reuni
Desember, musim hujan
Desember, waktunya menunggu Mudik...
Namun heran, kali ini... aku menunggu pulang hanya untuk leyeh-leyeh. Tak ada daftar acara panjang yang ambisius. Aku hanya merindukan pianoku, Echong dan Gassing, album-album foto lama, masakan oma, dentingan gelas martini saat tahun baru, senyuman opa, dan pelukannya papo.
Tidak ada acara melancong. Hanya di rumah jalan Beruang berhibernasi.
Ah Desember...
Akhirnya kau datang juga.
Sebuah persimpangan untuk menengok ke belakang sejenak hanya untuk melangkah lagi.
Ketika kita menengok, secara tak sadar kita sudah mencetak banyak cerita. Secara tak sadar pula, kita sudah beradaptasi dengan banyak peristiwa.
Presiden baru.
Baju baru dari kado ulang tahun.
Resep baru
Ketemu teman lama...
Marahan sama pacar
Dan cerita-cerita lain.
Desember...
Ujung sebuah babak...
Desember...
Baik-baiklah terhadapku...
CVB
Sunday, October 19, 2014
#akuberdoa
Mari beri salam kepada alam
Yang mendengar dan mulai mengiyakan tentang impian
Akankah menjadi kebenaran?
Itu pada akhirnya berada di tangan
Memang cinta ada untuk dibagi
Semoga ditanggapi
Dan disetujui
#akuberdoa
CVB
Tuesday, September 16, 2014
Mellow therapy
Pernah kamu ngerasa pengen mengunci kamar dan hanyut dalam bacaan? Otakmu hanya fokus ke cerita2 dongeng sejenak tanpa memerdulikan realitas.
Sesekali pesan di HP masuk, tapi dari papo yang menanyakan "apa kabar Chendani, anakku sayang?"
Sejenak saja...
Kalau sudah begini, aku membutuhkan terapi.
For me...
1. Writing is therapeutic, makanya blog ini jadi tempat curcol lagi
2. Rewatch my favorite movies; Perahu Kertas bag 1, Sr. Act 2, The Sound of music. Currently watch Perahu Kertas Part 1. Love the part of Remi dan Kugy ketemu pertama kalii di kantor Advocado...!!! Additionally, Reza Rahadian terlalu ganteng di sini!!!
3. Talking with my papo. Kalau sudah lama ndak ngobrol sama papo, kita berdua selalu nggak bisa sudahi telepon. Sudah mau selesai, tambah ke topik baru.
4. Sleep.
I need to have enough sleep. Biasanya kalau sudah mulai melow nan malas ini, saya mengalami kurang tidur. Hehe.
Excuse...
5. Praying...
Bukannya mau sok sok religious, but do a simple chant or rosary could calm me down...
Haha... enjoy the strawbearies...
PS: baru aja kemarin bilang kalau udah pada enjoy, but in fact... skr malah rambling gara2 feel tired.
CVB
Saturday, September 13, 2014
Lil Update
23:33 WIB
Mata melek luar biasa padahal dari tadi udah bantuin orang pindahan, dan juga diri sendiri pindahan kamar. Ini nih, situasi di mana badan minta istirahat, tapi kurang ajarnya, mata dan otak segar bugar. Yang ada, otak aktif ingetin lagi soal yang lalu-lalu.
Baru-baru ini ada banyak kejadian karena emang lagi sibuk, tapi memori di kepala ini membawa saya jauh ke 3 atau 4 tahun yang lalu (lagi). Heran, otak ini hobi banget kembali ke masa itu lagi. When shower was not necessary, peanut butter jelly sandwich for lunch, part time job, busses, and romance in college. Sesignifikan itu kah hingga memori itu terus kembali dan kembali.
Bukannya nggak move on, but in the silence of tonight, it keeps appear here and there.
Mungkin ini didukung sama current situation, di mana lagi banyak banget murid2 yang udah pada berangkat ke US. Ada 4 ke Seattle, 1 ke Chicago, dan 1 lagi Minneapolis!!! Hahaha.. memories. Nostalgic. Reminiscing. Mungkin itu.
Anyway updates.
Agustus kemarin, gue ketemu cowok.
I went to Bandung for expo. We were having dinner at Hilton. After coming back from pasta bar, my eyes caught a guy who is in a private room. He was at the private room yang pintunya nggak tertutup sama sekali. We looked at each other for several seconds
... and it kinda went away...
Then, I sat and before I had my third spoon, that guy came out of the room looking for something or somebody.
I was actually sitting very close to the private door. Sekali toleh langsung pandangan dia terpaku ke
aku...
"... Chendani kaan...?"
1 second
2 second
3 second
"AAA RONNNYYY" Hahahahahahhahaa
Sorry guys, it was not any kind of romantic meeting, but it was super excitiiiinnggg one! Gue ketemu Ronny lagi. A friend whom I met in Mudika Seattle. Orang banyol seduniaaaa. After 6 years maan and it was a severely random meeetiing! What could be more exciting than that???
Benernya, dia bukan teman pertama yang aku temuin secara random. Udah banyak anak2 Seattle (masih seattle aja) yang gue temuin secara gak sengaja. Ada yang bahkan sekarang jd suami teman SMA! But dont know why, I was super excited ketemu ama Ronny, bahkan Alvin Adam yang juga lg makan di Hilton itu lewaaaaaattttt. I chose to take a picture with Ronny ketimbang mr. Alvin Adam haha.
Then, we went to Jakarta. Kalau di Bandung itu ketemu teman lama. Di Jakarta ketemu teman baru. Ada 2 staf baru ViSta yang bener2 mencuri perhatian! I have never seen those unique personalities in real life. Only in movies. Kayak apa dan bagaimana, nggak bisa aku terangin secara gamblang di sini. Hahaha. Yang pasti gara2 mereka berdua, the whole offices (Jakarta, Bandung, Surabaya) agree in one thing. They are unique! Dont know why but they were like blessing in disguise. Karena selama ini, biasanya student consultants dgn student consultants, tapi kali ini bahkan dengan kurir kantor, supir, admin, dan teacher bisa kompakan. Hehehe. Penasaran kan? We'll see if I can have another chance to talk about those two, but for now, I dont think it is necessary 😉
Di Jakarta juga akhirnya janjiaan ketemuan dengan one of my Seattle buddy as well!! Gola who was my Korean lunch mate. Haha. We of course had a super delicious Korean bbq dish and theeen Kota Tua adventure!!! Couldnt go in to the famous museum. Nyasarnya ke museum Bank Mandiri. Good, but gave a little goosebumps! Hahahahaha 😂😂😂
The last update is...
"I finally found myself"
Statement yang lucu.
But, believe me... if you knew me and you saw me for the past 6 months, you would tell that I was not enjoying my self then.
Dari cerita di blog yang kebanyakan despo atmosfer juga udah keliatan bahwa I was in a phase of losing myself.
Confidence akhirnya mampir lagi.
Confidence comes when you feel good about yourself. Aku juga lupa cerita spesifiknya seperti apa, tapi ada di masa liburan lebaran kemarin yang membuat aku berpikir bahwa I need to feel good about my self. Hanya butuh 1 detik untuk bisa sadar bahwa untuk bisa sukses, kamu harus percaya diri, dan kepercayaan diri itu datang secara alami ketika kamu mencintai dirimu dalam batasan tertentu. Yang artinya, mencintai kelebihan dan sadar akan kekurangan. Poin terakhir juga penting. Sadar akan kekurangan yang akhirnya membantu untuk tetap being modest.
This kind of confidence can make yourself elaborate and in the end of the day, will make you happier.
To be honest, there were times when you came to the office, and I was feeling being watched. Every single movement, and sonehow, a person's opinion became very important whilst it was in fact not doing anything with what you have done.
Anyhow, liburan lebaran kemarin walaupun bukan liburan yang aku iming2kan, boleh dikatakan di situlah aku paham hal ini. You can say... I got enlighted *jiaaaaahhhh
I had my hair cut as well. 😙
Dont know exactly if my hair cut or my confidence that makes other people compliment me. The best compliment is...
"You look good. No more gloomy you"
Bebi said. ..
Daann otomatis... kerjaan juga jadi lebih baik. Dalam artian. Enjoy. Lebih enjoy daripada sebelum-sebelumnya.
I hope it can last longer this timeee.
Kalau pun despo lagi, I believe I could anticipate earlier.
Yossshhhhhh
Semangattt
파이팅!!!!
Next update: next weekend ke Palembang! My cousin is getting married!
Next next weekend Makassar for business trip. Yahoooo... mari ketemu papo, echong, dan Gassing lagi.
Sunday, July 6, 2014
Selamat Datang di Kuala Lumpur
Detik-detik itu masih mengendap
Tak menguap..
Seperti memanggil.
Tidak untuk diulangi.
Melainkan diputar kembali.
Untuk senyum terkembang
Setiap halaman berwarna cerah
Menyimpan kejutan.
Setiap lorong waktu dipenuhi tawa.
Udara menghangat.
Dan aku masih terkaget-kaget tak percaya.
Itulah Kuala Lumpur.
Tempat biasa.
Dengan cerita yang luar biasa.
Karena ....
Kamu yang perkasa
Telah membuatnya menjadi sempurna
Wednesday, June 25, 2014
Petualangan Batman nomor 2 - It's a Wrap (Revised)
...
...
Yes I am speechless.
One thing that I am sure, my heart never tells a lie.
Betul katanya, perjalanan ke Malaysia tidak boleh dipandang remeh, Menurutku dari semua traveling yang pernah aku lakukan, this could be added as an amazing one.
Nah, ceritanya begini,
As I told you, semuanya serba last minute, dan itu berlanjut sampai menit-menit terakhir aku beada di Kuala Lumpur.
Long story short, aku tidak jadi menginap pada akomodasi-akomodasi yang telah disediakan. Merasa bersalah tentu saja. Namun, semua itu karena situasi dan kondisi yang tak bisa ku elak. Merasa bersalah karena, akomodasi-akomodasi itu dicover sekolah-sekolah yang akan saya kunjungi.
Berawal dari tanggal 19 Juni 2014, Lim Kok Wing University molor luar biasa. Aku tiba di hotel Pullman sekitar pukul 8 malam.
Kebetulan atau tidak, aku memberi tahu contact person pihak sekolah lain yang akan mengcover akomodasiku, dia menjawab kalau counter residential house tutup jam 6 sore.
Kebetulan atau tidak, aku menelpon residential house tersebut, dan tak aada jawaban.
Kebetulan atau tidak, aku menghubungi pihak sekolah yang berada di Malaysia juga tak ada jaawaban. Respon datang pada pukul hampir 9 malam. Terlalu larut dari Cyberjaya ke Slangor, setelah diyakinkan dan meyakinkan diri, aku pun memutuskan untuk stay di Pullman.
Kebetulan atau tidak, salah satu agent yang juga ikut conference masih tinggal di situ sampai besok pagi. Tempat aman.
Keesokan harinya, aku seperti sedang menjalankan tugas rahasia. Rencana awalnya itu dari Pullman ke daerah Cheras dahulu lalu ke daerah Slangor. Karena, ingin menaruh barang bawaan. Tapi, apa daya, walaupun aku sudah membeli tiket kereta dari Putrajaya ke Bandar Tasik Selatan - untuk ke Cheras, setelah kereta behernti di Bandar Tasik Selatan, aku tetap di dalam kereta untuk menuju ke KL Sentral yang di mana di situ aku bisa transfer ke daerah Subang Jaya - Slangor. Yap, kuputuskan saat berada di atas kereta, karena melihat jam yang terus berdetik tanpa ampun. Tak perduli pihak sekolah itu mengatakan apa dengan melihat koper yang terlalu besar untuk orang yang diketahuinya hanya menghabiskan 1 malam di KL. Apapun yang terjadi, terjadilah.
Tiba di Subang Jaya agak telat, sedikit kikuk bertemu dengan pihak sekolah. Tak enak hati, karena tak menginap di tempat yang telah dia sediakan. Tapi, sikap tak pusingku dan serba pasrah membuatku lolos dari tembakan pertanyaan-pertanyaan mautnya. Bahkan boleh dibilang dia mengiba dengan keadaanku yang setengah ngos-ngosan, membawa koper sana-sini naik transportasi umum.
Setelah urusan Subang Jaya selesai, aku pun kembali menuju KL Sentral dan langsung meluncur ke daerah Cheras. Buta arah, hanya mendengar informasi dan bertanya sana-sini akhirnya ketemu juga dengan shuttle bus yang menuju ke kampus yang aku mau. Di bus pun, aku ditolong mahasiswa Korea yang baik hati rela memegang koperku selama berada di bus, melewati jalan berkelok-kelok. Bahkan sampai dibawa turun ketika sampai ke tempat tujuan.
Urusan Cheras selesai dengan aman, dan aku tiba di residential house dengan tentram. Kamarnya agak aneh menurutku. Berada di antara meja-meja di kafetaria, kamar mandi nyambung ke kamar yang tak jelas arah keluarnya ke mana. Lumayan spooky, tapi apa daya, badan terlalu lemah untuk protes. I did my power nap for 15 minutes sebelum akhirnya harus bersiap-siap. Malam itu, saya bebas. Jadi, saya menghubungi kawan-kawan Melayu saya yang dulu bersekolah di UMN. Tak sangka bisa bertemu mereka kembali selepas 3 tahun berlalu!
Malam terlalu seru untuk dilewatkan begitu saja, dan ting tong, residential house yang tempat aku menginap itu tutup jam 12! Kami bahkan belum sampai di KL jam 12. kami pergi makan ke daerah Kuantan. Kiri kanan, gelap pekat ketika kami berada di jalan tol. Begitu masuk daerah kampung, teman saya orang Melayu sendiri terperangah melihat ada Excelso di kampung, bahkan ada Tresco. Saya malah terkagum-kagum melihat kuil Hindu kecil di kiri jalan. Berikut, teman saya menyeletuk "itu ada masjid" tak lama setelah kami melewati kuil Hindu. Beberapa waktu berikutnya, teman yang satu lagi tertawa sambil ngomong "itu ada church." Penemuan sederhana itu membuat saya senang entah karena apa. Mungkin karena bisa mengenal Malaysia dengan sisi yang berbeda. Mereka ada negara tetangga yang isinya ada 3 bangsa besar. Melayu, China, dan India. Negara Islam dengan 3 bangsa yang kuat budayanya. Dari dulu, saya selalu tertarik membahas Malaysia dan tidak jarang saya mengambilnya sebagai topik paper.
Kembali ke jalan. Begitu masuk ke daerah yang kita tuju - restoran seafood, ada klenteng di kiri jalan lagi. Lngkap sudah penemuan rumah ibadah. Kami makan ketam - kepiting kari hijau.
Mendekati jam 10, aku memberi pengumuman bahwa benar Residential house tempat aku tinggal tutup jam 12 malam. Bagai Cinderella kesasar, aku resmi homeless lepas tengah malam. Lalu, yang membuatku makin terperangah dengan apa yang aku alami selanjutnya. Karena istilahnya "terlanjur basah", saya pun dibawa ke bukit dan kami melihat KL dari atas. Malam itu kota KL cantik dengan lampu-lampu, sekalipun pohon pisang harus dimasukkan ke pemandangan kami. kami duduk-duduk di mamak, warung-warung pinggir jalan. Mamak itu sebutan untuk orang India Muslim walaupun penjual di sana sepertinya orang Melayu asli. Kami minum teh seharga RM 2 alias Rp 8000 dan percakapan ngelindur mencakup 'bang Toyib" dan "Siti Dont Give Up!" hahaha
Lepas dari bukit entah apa namanya, kami turun ke kota. Meuju KLCC! alias menara kembar Petronas, landmark Kuala Lumpur, alias Monasnya Malaysia. Nggak special, tapi yang bikin istimwa, karena jalanan sepi, dan kami bebas memotret. Teman-teman Melayuku pun beraksi layaknya turis. Aku melewati downtown yang sepi. Love it.
Lepas pukul 2 dini hari barulah ada titik terang di mana Cinderella kesasar ini akan tidur. Tak lama setelah menutup telepon, kawanku itu bilang kalau aku sudah ada tempat tinggal. Apartment mewah di daerah Changkat dengan 3 kamar besar. "Ok?!" Letaknya pun tak jauh dari Bukit Bintang, salah satu mall besar.
Malam itu, aku seperti Cinderella yang menjadi putri ketika lewat tengah malam dan bukan sebaliknya. Selama hampir 24 jam aku merasa menjadi seorang putri. Menjadi satu-satunya cewek di situ tidak membuatku tak nyaman. Mereka santun. Walaupun, kalau mambo tahu, dia pasti merasa terbagi antara murka atau senang.
"mambo, they are really really polite guys"
Lagipula, begitu datang, langsung aku mengunci diri di kamar, dan membiarkan mereka menonton bola di luar. Kamarnya memang besar dengan kamar mandi dalam.
Besoknya, karena kami sudah di daerah shopping, mereka, para cowok-cowok itu rela menemani saya. Awalnya, tidak berencana untuk shopping sama sekali, hanya kebetulan ada barang yang dititipkan. Saya pikir saya juga sudah berada dekat dengan daerah shopping tersebut. Jadi, saya memutuskan untuk ke daerah shopping walaupun agak risih juga ditemani 4 cowok sekaligus. Mereka bahkan memegangkan hasil belanjaan!
Keterlaluan!
hahahahaha
Too good to be true.
Saya sampai bingung mau memutuskan rasa apa. Too perfect.
Perfection rises from Imperfections...
Sebelumnya kami brunch di kedai namanya LOKL, western food. NYUM! Recommended.
Boleh di kata...
Saya merasa perjalanan ini tidak berjalan sesuai rencana, tetapi dia berjalan sesuai rencana tangan yang tak terlihat. Semuanya seperti sudah diatur.
Tak ada kata-kata yang mampu mendeskripsikan apa yang aku alami.
Terlalu surreal!
Pada kesempatan ini, saya mengtahui KL saat jalan lengang malam hari, maupun pagi. Melihat Kuala Lumpur dari atas bukit, mmpelajari kehidupan mahasiswa, mengenal keramahan penduduk di sana, Gentleman bukan hanya ditemui di negara Barat, Timur pun mempunyai gentleman dengan gayanya sendiri, mengetahui sisi modern dan tradisional yang hidup berdampingan walaupun di tempat yang metropolitan. Mempelajari bahasa Melayu dengan sudut yang berbeda. Malaysia dan Indonsia memang serupa tapi tak sama.
Betul kata hati ini,
traveling ke KL mempunyai cerita sendiri, cerita yang luar biasa.
KL di nobatkan sebagai tempat yang paling punya cerita untuk saat ini.
Traveling solo seperti ini tak afdol kalau tak memberi wejangan hidup.
Betul kata Puty, traveling gives you so much more than just a trend or leisure.
It enriches yourself, "Travel is the only thing you buy that make you richer. Clothes and gadgets can go outdated, but experience has no expired dates" - taken from Puty
Betul, tak perduli tempatnya apa, bisnis trip semata, atau sekedar kewajiban, "traveling pushes you to go beyond the limit you drew yourself back home" Benar, ada banyak hal yang membuatmu harus keluar dari comfort zone.
yes, the trip has made me grow... which I could not define it right now. Too many things happening. The trip has left me thoughts that jumbling around. Still, I do believe.. my heart never tells a lie. It can lead you to the light when you feel at the darkest.
In the end, never gets bored when I say...
Thank you
Terima kasih...
I had fun...
tired, but happy
CVB
Thursday, June 5, 2014
Perihal Rindu
Rindu itu datang seenaknya ya...
Tanpa hujan tanpa angin?
Mungkin ada kalanya yg dirindu memang ingin diingat.
Sehingga ia hadir begitu saja seperti ketukan pintu dari orang yg tak terduga.
Mungkin ada sebab akibat.
Sebab sepi akibatnya rindu.
Mungkin itu teorinya.
Tidak berdasar memang. Tapi, ada kalanya rindu itu perlu.
Biar mengingat-ingat yg perlu diingat.
Sedikit sedih tak apa.
Asal tahu bahwa rindu tetap menjadi jembatan antara yg merindu dan dirindukan.
Karena cerita mereka tak akan pernah habis hanya karena perpisahan...
Thursday, April 10, 2014
In a Relationship
(smooth sound of fork and knife on the background, a love song)
Scene 1: out.of.focus.
a couple sitting on a table next to big window
Scene 2: a woman in a pink dress smile brightly, laugh out of something funny
Narrator:
When you are firstly got into any relationship, everybody will agree that everything looks so nice.
You smile when he smile. You smile when he says sorry coming late. You just smile.
INT. dining table. night
(a desperate violin with some electric guitar)
Scene 3: the same woman, in worn t-shirt, staring across the dining table. holding a fork with untouched spaghetti lingering.
Scene 4: a man eating noisily and ignore the stare
Narrator:
Then, couple of months pass. Now, you know that he touches his feet before he strokes your hair, he eats too loud, he sometimes ignores you when he is playing video game. Your smile might be a rare thing to see...
However....
Scene 5: black screen
(a sooth piano slowly played)
Narrator:
after years....
There might not be a thrilling moments just like your first kiss, or first time holding hands, but everything can be settled.
INT. house , near window, raining
(same music, play a happy smooth song)
Scene 6a: Hand with a ring on the window panel,
Scene 6b: in focus on the water sliding on the window
Narrator:
You remember that every time you walk now, there is some one who can hold your hand tightly.
You know, that somebody is always there to be with you.
cut to
Scene 7: a woman smile
Narrator:
You smile, because now... just say that he is snoring, but you are bearing a child that will be your next.
Scene 8: (wide scene) man sleeping, woman sitting, hands on the belly - baby belly, on the bed
Narrator:
You are making a family which is bigger than all those little fuss about being stubborn, a little careless, or not too sensitive. Because, no matter what... family comes first. And that is the important thing.
We can just sit down and think of those good things...
Scene 9: E.C.U (Extreme Close Up) woman's eye blinking
Narrator:
Just a minute
(tacet)
A part from this huge negative force of being annoyed...
Sit down and picture those smile you have because... someone is always there...
for you
Cut to
EXT. Morning, sun shine
(guitar in, piano, cheerful song)
Scene 10: running child
Scene 11: Extreme close up, holding hands with a ring on each hand
Who says that love will be disappear after years...
Love is immortalized.
Might less exciting, but always loving and settle.
That's what we call...
a family, a relationship, a bond
CVB
Monday, February 10, 2014
Tangan yang merenda...
Tuhan sedang mewarnai cakrawala dengan memakai sinar matahari dan letak bujur antara matahari dan planet-planet. Seluarbiasa itu... Dia mampu menciptakan sesuatu yang begitu indah...
Sama seperti permainan seniNya mewarnai dunia dan cakrawala, Dia mampu membuat sebuah skenario tentang kehidupan manusia. Dimulai dari keluarga seperti apa seorang anak akan dihadirkan hingga lingkungan apa yang membentuknya hingga saatNya Ia berkata "cut", yang artinya skenario kita akan berakhir di situ.
Dia sungguh seniman yang luar biasa.
Sama seperti seniman yg kita tahu, tidak ada yang pernah benar-benar mengerti gelagat Tuhan. WatakNya yang penuh misteri membuat kita kadang takut dan menjaga jarak, namun menyadari karyaNya, mau tak mau kita akan kembali dan akhirnya kita akan jatuh cinta tanpa alasan kepadaNya. Karena kita tahu... hidup kita ada di kendaliNya. Ya, Nya dengan huruf besar.
Sebaiknya kita tahu bahwa Dia... dengan tanganNya sedang meniti cerita-cerita dan segala keindahan yang tidak kita ketahui hingga Ia berkata "saatnya tiba"
Biarlah Dia bertindak dengan waktuNya dan bukan waktuku ataupun waktumu... Karena semua akan indah pada waktunya...
Tuesday, December 31, 2013
All is Well
Post pertama... di tahun 2014
"WOW"
I survived
We survived
From everything that had happened..
2013...adalah sebuah tahun perjalanan...
Dimulai dengan perjalanan mama yg aku sebut... a journey after life...
Dilanjutkan dengan papa Ge bulan Februari, tante Nancy bulan April, lalu disusul Erin Walker, Om Solihin, Troy Wollf my english 102 professor.
Mereka semua telah melakukan perjalanan penting dalam hidup mereka. Sebuah langkah akhir. Untuk kembali ke awal. Dan aku, kamu, kita semua akan melewatinya dalam sebuah waktu yg tidak kita ketahui.
Semua kehilangan diisi dengan kehangatan dari orang2 yang peduli. Orang yg masih ada. Dan di situ kamu tahu bahwa kamu masih ada dlam sebuah perjalanan...
Proses...
Sesederhana itu...
Tahun 2013 sudah selesai. Cerita baru akan dimulai di tahun 2014...
Malam ini adalah waktu kita untuk melihat lagi ke belakang dan tersenyum bangga karena ... sekarang kita ada di sini setelah melewati berbagai tantangan, situasi, keadaan.... ;)
Pada akhirnya kamu cuma bisa tersenyum
Joy...
Sambil mengucapkan terima kasih...
All is well...
Monday, December 16, 2013
Here it is - Bucket List
Entah mengapa yang terpikir olehku sekarang bukan evaluasi, bukan juga resolusi, melainkan "daftar keinginan" yang mungkin lebih dikenal sebagai "Bucket List" .
Setelah mampir di blog kesukaanku Puty's Journal, daftarku menjadi semakin solid. Puty (blogger) bahkan membuat satu page sendiri berisikan daftar panjang "Bucket List"nya dan juga hal-hal yang sudah ia lakukan. Hal itu membuatku berpikir bahwa "sungguh akan sangat menyenangkan jika aku pun bisa mencoret satu persatu daftar panjang itu." Seakan-akan, aku menyelesaikan satu tugas demi satu tugas. Accomplishment sounds so prestigious. Padahal tidak ada hadiah ketika menyelesaikan daftar itu. Hanya sebuah rasa puas bahwa "aku sudah menyelesaikannya"
Well, mungkin ini juga yang akan membumbui nasib kita, hidup kita, dan perjalanan itu sendiri. Proses.
Daftarku belum sepanjang Puty, hanya sebuah daftar pendek berisikan iming-iming seorang Chendani. Tak lebih.
Bucket List
1. 50 judul buku dalam 1 tahun
2. Java Jazz Festival
3. Perayaan Waisak di Borobudur
4. Leavesden studio trip, Warner Bross world of Harry Potter
5. Drinking butterbeer
6. Publish books/writings
7. Gets involve in a film making
8. Mengetahui ajaran Buddha
9. South Korea for a year.
10. learn photography
11. Hobitton
Daftar ini mungkin akan menjadi panjang. Mungkin akan terlupakan begitu saja. Namun, aku selalu bersemangat untuk menghadapi tahun baru. Apalagi kira-kira yang akan berlangsung di tahun 2014?
Tahun 2013 aku nobatkan sebagai "tahun perjalanan"
dan menulis bucket list ini adalah sebuah awal... ya sebuah awal perjalanan baru :)
Bukankah begitu? Sebelum aku mencoret satu item dalam daftar ini, aku akan berada dalam sebuah perjalanan, sebuah proses, untuk menyelesaikan satu item tersebut.
"Jika terlalu fokus sama tujuan, kita akan lupa sama perjalanan" - Abimanyu, film HELLO GOODBYE
CVB












