Showing posts with label surat. Show all posts
Showing posts with label surat. Show all posts

Thursday, November 23, 2017

Thanksgiving Note - #28GoingStrong

Hey you little survivor,
Congratulations for being alive and live to this very moment. I know this year is began with some darkest cloud towards in the middle of the year, but you are still surviving, and not neglecting life. Thank you for fighting even though you fell, got pushed, and alone
, you still woke up. Bruised, but keep going.

Thank you for the lit in your heart that you keep holding no matter how big the wind blows, you still have that light of faith. That everything will be OK.

Hey you little survivor,
I am grateful that you are not giving up even if you actually can give up.
I am grateful that you are still faithfully believe in me, and still in love with me.
I am grateful that you are back to your true self after all the things happened to you.
I am grateful that you are being you...

Sincerely,
Life...

#attitudeforgratitute



CVB

Monday, April 4, 2016

Hey (dear) April - Currently post

I can't believe myself that I did not post anything in March. Not because I did not feel well. Things are gradually getting better to tell you the truth. More challenges. But I think it is gonna be a fun ride.

So here are my currently post.
Lee Seo Jin
Choi Jin Woong
1. Just to put an accalmation mark on how I like Lee Seo jin!!! More of ahjussi fans these days. Including Choi Jin Woong who stars in Signal, the recent drama that I finished. God Bless Kim Won Suk he is just one genius director alive. Apparently, Misaeng and Signal remind me of my very own sinetron (indonesian soap opera) titled D.T.K Dunia Tanpa Koma. It is a story about journalist world and drugs dealer. It was pretty solid. The casts are just amazing. However, it was a shame that the production is not continued as it was planned because the rating hit low. Come on!! Peeps wake up, dont' just watch those shitty shows on tv these days. I haven't been enjoying Indonesian tv shows for the past 5 years. It is purely a shame. Too much shitty, too much teasing, too shallow.


2. Many things are happened in Indonesia. Plastic bag costs Rp 200 per pieces, LGBT is going to be legally banned, and more blurs on TV because of cleavage and topless man. hahahaha ahhh... that's my country. Hopefully our generation and our president can do something about this very soon.

3. I am more and more excited about 2016. More traveling plans are set but not without challenge. It seems like one plan go one plan down. Consequences are awating. But I find it is interesting and challenging. I somehow feel high-spirited. Waiting for the actual things happen. does it go like planned, or does it go better than the original plans. we just never know.

4. Can't stop hearing 'History' by One direction. lol



5. I am officially an alien. I am not a big fan of the Decendants of the Sun. Yeah you can curse on me. My heart and soul is for UEE and Lee Seo Jin in Marriage Contract. I was so melted by episode 9. It can't go any romantic than 'trying-to-hold-on-more-on-your-hand' and a peck on a cheek while crying. lol


And It is April!!!
Hey dear April, my favorite month. I know you have been treating me well each year and I have a little hope for you to give me some magical April this year. You are exciting, and flowers bloom making the scenes prettier. Can't wait to see what is going to happen. You know that I will be traveling a lot again this year (within April). What is going to give me? Looking forward to it.



CVB

Sunday, February 28, 2016

Dear March

Hey there, shortly, minus 2 days than the regular, we will meet the next month real soon.
Hey there March, the first hint when Spring time is coming near,I smile.
Hey there March, you know why I am writing this to you?
Since, it was working a bit with February. It was tough, I got a very rough valentines day I may be honest, but towards the end, also, compared to January, February was much better. And, I am carrying this positive feeling to the proceeding months ahead, including you hey March.
I get this feelin' that it will be go faster just like years before when I was really looking forward to April, but that does not mean that I don't care so much about you.
March is the month when I oddly feel so romantic. It is calming, and a little bit showers make it a perfect day to remember about love stories. The beautiful ones of course.

Hey there March, let me marching towards the rest of 2016 with more positive energy. Finding the loose ends that I have for the beginning of 2016. Tighten it up.
For example, my 2016 resolutions; money problem, gettin the ideal weight, and my #20booksin2016 are working pretty well.

As simple as those things are progressing, as happy as I can be.

Hey there March,
again...
please be gentle just like slow showers in the morning these days.
Malang is cold, but I feel warm inside thinking about you.

Less than a day, I'll meet you and I can't wait to be in the adventure with you...

Hey there March,
see you soon



CVB

Sunday, May 10, 2015

America, I'm in Love

Kenangan itu masih melingkar dengan mesra di sudut pikiran. Enggan diusir. Entah itu dingin yang menyapu-nyapu hidung hingga memerah, tangan yang membeku karena kedinginan, otot kaki yang meraung minta istirahat karena kebanyakan jalan, atau karena matahari yang terang menemani? Semuanya ingin diingat-ingat. Toh tiap harinya, selalu ada saja hal-hal yang mengundang senyum. Ini perihal kunjungan ke tempat-tempat baru yang asing namun terasa akrab. Tempat yang belum pernah aku kunjungi di Amerika Serikat (kecuali Chicago).


Perjalanan kemarin seperti menjalani cerita cinta. Tiap kota mempunyai 'cerita cinta'-nya masing-masing. Katakanlah Chicago itu adalah cinta pertamaku. Aku jatuh cinta dari pandangan pertama, kali kita bertemu di tahun 2011. Sampai sekarang pun, aku masih kesemsem setiap kali menyusuri jalan-jalannya yang cantik. Tak perduli seberapa jahatnya angin di sana, aku tetap jatuh cinta. Tetap suka, tetap terobsesi. Memimpi-mimpi apa yang bisa saja terjadi.

Art Institute of Chicago - Chicago



Washington DC adalah pertemuan dengan "pria idaman"ku. Aku tahu aku akan suka dengan Washington DC. Tertarik dengan gedung-gedun bersejarahnya, monumen-monumennya, Bapak Abraham Lincolnnya, semuanya. Dan benar, aku terkagum-kagum dengan bapak Abraham Lincolnnya, seperti sedang menemui patung dewa Zeus yang megah. Semuanya sempurna sejalan dengan kriteriaku, namun ada yang terasa kurang. Karena ternyata pada akhirnya, apa yang kita ingingkan belum tentu adalah yang terbaik bukan? Tapi, aku senang sudah pernah ke Washington DC dan masih ingin kembali lagi.
Lincoln Mermmorial Hall


Bertolak belakang dengan Washington DC, Philadelphia memberiku kejutan. Sebuah kota yang ada jauh sebelum Washington DC, benih negara Amerika Serikat. Dia yang kelihatan angkuh dengan segala museum seninya dan patung-patung indah di sudut jalan, namun ketika didekati malah kita merasakan betapa ramahnya kota ini. Seperti sedang bertemu pria di sebuah pesta. Kelihatan terlalu keren untuk didekati, namun ketika ngobrol, malah tak mau berhenti. Aku tidak menyangka Philadelphia adalah sebuah kota yang cantik dengan segala cerita sejarahnya. Semuanya setuju, belum mau beranjak dari Philadelphia.
Philly


Akhirnya, aku menemui si "the one" di Vermont. Kalau disuruh untuk menetap, aku akan memilih Burlington, Vermont. Dia tak besar untuk kota besar, namun tak terlalu kecil sampai merasa bosan. Tempat yang semuanya bisa diraih. Dia terlampau ramah dan membuatku merasakan seperti di rumah. Tentu saja, aku tak akan menolak melihat danau Champlain di bagian barat, dan gunung-gunung yang melingkari sepanjang mata memandang. Kau terlalu cantik Burlington. Terlalu. Gedung-gedung tua atau gedung pencakar langit memang keren, tapi tidak akan pernah mengalahi alam. Burlington seperti bertemu dengan seorang pria yang membuatmu terpukau sekaligus merasa nyaman. Yang membuatmu betah walaupun ia tak terlalu hebat. Burlington itu seperti pria yang biasa-biasa saja, namun entah kenapa kita ingin terus kembali dan kembali. Berlama-lama. Kota yang kokoh dengan segala prinsipnya. Tak boleh ada billboard, kurangi penggunaan botol plastik dan hal-hal lainnya lagi.
Burlington

Aku geli mengetik metafora ini. Berlebih, tetapi kota-kota ini pantas diberi perhatian lebih. Amerika Serikat itu lebih daripada sekedar Rodeo Drive, Golden Gate, atau Manhattan. Amerika Serikat juga menyimpan tempat sederhana yang membuatmu merasa di rumah. Ada lebih banyak lagi daripada sebatas gedung-gedung pencakar langit. Di tiap tempatnya, ia mempunyai cerita masing-masing. Mempunyai sejarah sendiri, wajah sendiri. Mulai dari arsitektur dan perilaku orang-orangnya. Chicago, kota megapolitan yang masih membuatmu merasa aman, walaupun keluar malam-malam. Dengan semua gedung dari tahun 1800an sampai 2000an masih berdiri saling bersebelahan. Washington DC dengan hal-hal yang berbau gedung putih dan gedung-gedung yang tak boleh lebih tinggi dari capitol building. Philadelphia, yang orang-orangnya ramah semua, tanpa mengenal kulit. Dengan gedung-gedung  bersejarah yang masih terawat.  Vermont yang tipikal orang gunung dengan pikiran yang modern. Dilengkapi dengan tatanan kota yang cantik. Amerika Serikat memang kadang sok jagoan, tapi oh well, tidak perlu alasan kan untuk jatuh cinta.



it is always good to be back. 
it is always good...

Aku akan kembali lagi, #akuberdoa...

CVB

Sunday, February 8, 2015

Cerita malam - 'Kepada Hati'

Selamat malam hati,
apa kabarmu?
Merindukah atau menyepi sebab sepi?
Kau kira akan ramai lagi?
Ternyata tidak begitu?

Angin malam menyapu,
tanpa pesan apapun
Bahkan yang diharap tak berkunjung
Yang dilakukan hanya tunggu, menunggu, dan menunggu.
Sambil kembali berharap semu.
Kembali merindu...

Selamat malam hati...
tidurlah...
biarkan malam mengganti membuat melupa.
Walaupun, kau tahu betul, otak tak mengingat, tapi hati tak pernah tahu perihal lupa
Rasa tetap ada dan membekas.
Lalu... apa yang kau buat setelah tahu?

Diam 

CVB

Thursday, December 4, 2014

Surat kepada Matahariku

Dear Matahariku,

Pagi ini matahari bersinar cerah di tengah musim hujan. Bukan memberikan panas yang menyengat seperti biasa, tetapi membagi hangat sebentar. Dan kau tahu? Aku terbangun dengan sumringah. Bukan karena kau datang menghampiri lewat mimpi, tetapi karena aku merasa hari ini berbeda. Kata orang, hati tidak bisa berbohong. Hari ini frontal ia membuat aku merasa excited sepanjang hari hanya dari hal-hal yang sederhana. Good hair day, notifikasi yang mengejutkan sekaligus menyenangkan (kau pasti tahu itu dari siapa), ke kantor tepat waktu. Remeh temeh, tapi entah mengapa aku excited.

Ah kau tahu...
Kejadian baik masih berlanjut hari ini.. Suratku masuk ke majalah, kiriman datang tepat waktu, dan malam ini aku bertemu kawan baru.

Hari baik ini membuat aku berpikir satu hal. Tak bisa aku bohong bahwa aku selalu berharap kau juga merindukan aku seperti aku selalu merindukanmu. Tapi, sekarang itu tak penting lagi. Kita sama-sama tahu bahwa hidup ini berputar ke depan. Tidak ada yang bisa diulang. Jika kau rindu akan hari yang kita habiskan bersama sebaiknya kau jangan buang-buang energi. Jika kau rindu aku sebagai aku, tak perlu malu. Kata orang hati tak pernah berbohong. Satu saranku, dengarkan baik-baik hati itu. Apa ia akan membiarkan kata yang belum terucap tetap terbungkam. Ataukah dia tahu bahwa kini kita telah siap?
Aku tak ambil pusing dengan keputusanmu. Walaupun aku sepertinya tahu seperti apa pada akhirnya. Sudah, itu tak penting lagi.

Karena kau tahu? Sinar matahari hari ini menemani aku ketika tiba-tiba aku tersenyum mengingatmu. Tidak. Aku tidak menangis seperti dulu lagi. Kau tahu apa artinya? Karena aku mengindahkanmu sebagai sosok. Bukan sebagai kenangan. Aku tidak mau lagi sedih mengenangmu karena apa yang kita lewati tak bisa terulang lagi. Tapi, aku mengenangmu karena kau pernah ada untuk menyatakan aku yang sekarang. Kuharap kau pun begitu. Entah aku bisa benar-benar dekat dengan mu lagi atau tidak, aku tak tahu. Tapi satu yang aku tahu bahwa kau matahari, tak akan ke mana. Sinarmu akan aku rasakan terus. Itu sudah cukup.

Aku tahu surat ini terjadi dalam kepalaku saja, tapi bukan berarti this is not real right?

Karena hatiku yang tak berbohong itu berkata...

'doa selalu didengar'

dan begitu adanya

CVB

Wednesday, June 4, 2014

Bachang dan Air Mata

Hari ini aku mencicip nasi ketan dengan babi itu.
Rasanya nikmat
Tapi, air mata itu jatuh.
Rasa yang bukan dari tangan mu itu ternyata tetap membawa memori tentang mu
Suatu waktu dahulu,
semasa kau masih segar, kau akan duduk di dapur sambil melipat-lipat daun dengan tumpukan nasi dan babi harum.
Kau akan mengikat buntelan nasi babi itu dengan tali warna warni sesuai dengan siapa yang akan memakannya.
Mereka yang muslim tetap akan kau bagikan, yang sengaja kau isi daging ayam, dan kau ikat dengan tali warna biru..
Padahal ini tradisi China
Untukku, kau sudah tahu, nasi ketan dan lapchiong, tanpa telur asin, tanpa babi kecap.
Kau membuatnya cukup untuk selama sepekan.
Dan, kini aku hanya makan yang dibuat oleh orang lain,
Dengan rasa yang berbeda
Dengan tradisi yang sama
Dengan kenangan



CVB

Thursday, March 6, 2014

Surat kepada mereka yang sedang ragu akan iman kepercayaannya...

Kepada mereka yang sedang ragu akan iman (Katolik) nya...

Hai teman,
Aku menulis ini bukan untuk menggurui atau menyalahkanmu. Aku menulis ini untuk berbagi cerita. Aku tidak mengatakan bahwa Katolik yang paling benar, semua orang apapun agamanya bisa merasakan apa yang aku rasakan ketika mengetahui ada salah satu saudaranya yang ingin merubah agamanya. Ketahuilah bahwa agamamu adalah pilihan hatimu. Berbicara tentang imanmu bukan hak ku... aku hanya sedih mengetahui kamu sedang ragu2 terhadap imanmu...

Teman, aku cuma ingin berbagi cerita...
Katolik itu seperti sastra. Katolik menelaah teks Kitab suci, mencampurnya dengan fakta, meraciknya dalam doa, dan berjalan bersama zaman. Kadang terlihat mengada-ada atau melenceng dari kitab suci. Kadang terlihat seperti menyembah berhala. Itu karena mereka hanya melihat... tidak mengetahui...Tapi, Katolik tidak diciptakan semata-mata dari imajinasi. Namun dari interpretasi yang mendalam.

Katolik nemahami seperti apa manusia itu. Mengetahui kebutuhannya dan tidak memaksakan sesuatu yang melewati batas kemanusiaan. Katolik tidak memisahkan orang hidup dan mati karena kita adalah Gereja; perkumpulan umat Allah yang beriman. Baik hidup dan mati. Katolik tidak ingin menghilangkan budaya ataupun identitas seseorang karena itu adalah anugrah Tuhan...

Pengakuan dosa...
Api penyucian...
Bunda Maria...
Orang kudus ...
Tritunggal Mahakudus...
Konsekrasi...
Adalah keindahan yang mungkin susah dimengerti olehmu atau org lain...

Mungkin homili pastor membuatmu mengantuk... mungkin misa membuatmu bosan... namun ketahuilah... Katolik lebih daripada itu...

Dan ya... Gereja Katolik juga mempunyai sejarah gelap. Namun, dengan iman, Katolik bertumbuh. Dalam doa, Katolik berjalan.

Teman, apapun pilihanmu... aku hanya berharap... kamu diberi kesempatan untuk menikmati misa seperti yang kurasakan. Terharu ketika doksologi didoakan. Tersentuh dengan sakramen pembabtisan, pernikahan, imamat, maupun minyak suci...dan akan selalu ditenangkan dengan rosario.

Mungkin kamu merasa ragu karena kamu belum "mengenal" Katolik secara utuh... dan aku berdoa kamu diberi kesempatan. Kalaupun kamu tetap memutuskan untuk memilih agama lain... aku tidak akan menyalahkanmu. Tidak ada yang salah denganmu. Tidak ada yang salah pula dengan Katolik. Karena mungkin saja... waktu dan ruang belum setuju mempertemukanmu dengan keindahan dan kedalaman Katolik.
Aku bahkan tidak mau kamu bertahan di Katolik hanya karena memikirkan keluargamu ataupun tradisimu. Karena iman tidak diukur oleh itu.
Namun aku berdoa... kamu diberi kesempatan untuk menikmati semua keindahan yang aku rasakan sebelum kamu memutuskan pilihan terhadap agamamu...

Teman, semoga kamu juga berdoa dalam hening biar Tuhan bisa membisikkan kepadamu, jalan mana yang harus kamu ambil :)
Karena tetap saja... Tuhan itu satu...
Agama hanyalah jalan penuntun untuk kamu mengenalNya... dan lebih dekat denganNya... jika ia berkata bahwa kamu bisa lebih mengenalNya dari agama lain maka kehendakNyalah yang terjadi...

Semoga... kamu dibebaskan dari keragu-raguan sesegera mungkin...
Dan kepadamu juga yang sedang ragu akan imanmu, apapun agamamu. Aku berdoa semoga kamu juga diberi kesempatan untuk bisa menikmati dan merasa nyaman dengan agamamu... dan yang paling penting bisa lebih dekat denganNya

Tuhan memberkati dan menyayangimu...

CVB