Tuesday, March 13, 2012

Cerita Pagi

Cerita pagiku hari ini sederhana saja.
Ada bagian dari diriku yang berharap bahwa aku masih di sana. Di negeri orang.
Ada bagian dari diriku yang ingin mencium bau kopi pada saat berjalan di antara pohon-pohon tanpa daun.
Ada bagian dari diriku yang hanya ingin menikmati pagi yang berembun dan dingin dengan secangkir kopi mocha hangat. Sesekali menghembuskan uap karena cuaca dingin.
Ada bagian dari diriku yang melihat tatanan kota yang rapi dan dipenuhi dengan kafe-kafe berjejeran.
Ada bagian dari diriku yang ingin menikmati pagi yang dingin namun matahari bersinar terik.

Minneapolis, apa kabarmu?

CVB

Saturday, March 10, 2012

A Love Story Episode 1 - Could it be (Crush)



(Intro - could it be by Raisa, instrument - guitar)
INT -House
* night *
(opened door sound)
Shot 1: everyone's eyes glance at the door
Shot 2. a girl coming in say "sorry" silently and rush to find a place
Shot 3a: a guy is glancing at her
Shot 3b: the girl glance her surrounding
Shot 3c: Their eyes met
Raisa:
kau datang dan jantungku berdegup kencang
kau buatku terbang melayang
tiada ku sangka getaran ini ada
saat jumpa yang pertama
Shot 4: the meeting continue
Shot 5: extreme close up - the girl's eyes move to one spot
* mataku tak dapat terlepas darimu
perhatikan setiap tingkahmu
tertawa pada setiap candamu
saat jumpa yang pertama
Shot 6: The guy
Shot 7: close up - The guy's eyes move to one spot
Shot 8: medium wide shot - Their eyes met for 30 seconds
(Tacet)
Shot 9: everybody starts taking food
(music continue)
Raisa:
could it be love, could it be love
could it be, could it be, could it be love
could it be love, could it be love
could this be something that i never had
could it be love

Shot 10: The girl's head : "oh mungkinkah ini cinta"

To be continued.... ?
Maybe....

CVB

Wednesday, March 7, 2012

Habis Gelap Terbitlah Terang

Seperti judul buku Ibu kita Kartini... Habis Gelap Terbitlah Terang. Kira-kira kiasan itulah yang paling tepat dalam menggambarkan kehidupan saya sehabis menginjakkan kaki di tanah ibu pertiwi ini.
Setelah gonta-ganti penyakit selama hampir 4 bulan, akhirnya saya bisa merasakan tubuh yang lebih sehat dan pikiran yang jauh lebih bebas. Ketika tiba di Indonesia, penyakit tak habis-habisnya hinggap di tubuh saya. Hari pertama kena sakit kepala, hari kedua keracunan makanan, lalu flu. Kemudian bulan berikutnya, flu lagi, sakit kepala lagi, flu bahkan untuk sebulan, lalu ditutup dengan gejala tifes di mana saya harus beristirahat penuh di tempat tidur. Wah wah... hawa Indonesia sepertinya ingin memberi tes kekebalan kepada tubuh saya. Untungnya, bisa dikatakan bahwa saya lulus "ujian."
Bukan hanya tubuh saya yang diuji, pikiran saya pun diuji habis-habisan. Selama hampir 2 bulan saya merasa tidak ada perasaan lain selain kecewa dan sedih. Selama itu juga saya berpikir tidak ada yang lain selain penyesalan. Seperti sedang memakai Horcrux (YES I AM POTTERISHhehehehehhehehe).
Hanya ini Indonesia. Rumah saya. Dan saya beruntung tung tung tuuuuung dikelilingi oleh orang-orang yang mengenal saya dari ujung rambut hingga ujung kuku kaki. Begitu banyak dukungan dan kehangatan dari kehadiran mereka sampai-sampai saya bisa lolos "ujian" kekebalan ini.
Ada yang sampai rela bawain saya apel, jus mangga, dan hard disk berisikan Running Man (korean show) dan Korean dramas, satu rombongan gerombolan siberat datang menjenguk, dapat pesan yang menguatkan pagi-pagi, dan kehadiran papo yang tidak pernah absen ingetin makan obat... oh... pengen nyanyi lalalalalala
Apalagi ketemu orang-orang baru yang bersedia mendengarkan segala keluh kesah orang-yang-baru-forgood... ah... sungguh beribu terima kasih....

The sword of Gryffindor has been sent to me ;)

Walau beban itu belum berujung...
Tetapi ringan bagai bulu....
Karena kehadiranmu... mu.... dan... muuuuuuu

Dan aku berharap bahwa buah pikiran ibu kita Kartini "Habis Gelap Terbitlah Terang" juga bekerja dalam hal lain...

You know what I mean lah ya...


PS: Thank You the Almighty... 





CVB

Tuesday, February 21, 2012

It's gonna be Quick

This blog might sound a little bit 'maksa' haha
I am well aware that this month I have only produced one.1.Uno. a post. It's been flatly desperate month. For
3 weeks, I felt nothing but despair. I thought nothing but regrets... It's an Awful. Period. It feels exactly like wearing a horcrux. Not to mention I've dived my self again in Harry Potter and the Deathly Hollows for the 'th' time. I got that book for only Rp 15.000. An English Version. Yes... that made my day.
Nonetheless, I was nothing but a creepy tall miss grumpy.
On top of that... I am sick. Keep in mind that I have had flu and coughing since my grandpa's birthday (Jan 30th) until 5 days ago which was finely replaced with Typhoid fever (tifes). Fortunately, it was just a syndrome, but yes made me to have 3 full days of bed rest and continuing in despair.
Today... I am finally going to school, and am finally making another post. YAY me....Still feel dizzy here dizzy there, some weird sensation in my stomach, but I think I am good. The most important, at least not feeling in the possession of the Horcrux (YEs I am so Portersih! :P)
ahh life... what should I say about it.

Overall here's the quick update
1. I am still thinking whether to continue on my psych part or drive to a totally different area
2. My mom is still sick, still whining, still wanting me to quit teaching (sadly yes)
3. I am driven mad by my upper class students hahaha
4. Minnesota slightly giving me a weird feeling... leaning toward... f.e.a.r.
5. I am going to KTM (Komunitas Tritunggal Mahakudus) regularly now.
6. My papo is still running as a 'papa ganteng'
7. Sukun is still my favorite fried food
8. Still no to Sinetron
9. Happily watching KBS world, excluding the dramas...
10. I am still me who is writing random things from my isi kepala yang yah.... begitulah


Salam, 
CVB

Friday, February 3, 2012

B.L.O.G. Balada Lirih Orang Galau

Biarkan ketikanku ini hanya dimengerti olehku.
Atau mungkin tebakanmu bisa jadi benar.
Mau menebak atau hanya membaca sambil lalu.
Terserah.

Setidaknya, harus dimengerti jika saya tidak tercelup di kubangan kegalauan sama seperti yang dulu-dulu. Tidak demikian, tapi walaupun sedetik, saya merasa...
galau.
kecewa.
 Lalu sedetik kemudian kegalauan itu terhalau...

tumblr
Gemeresik gesekan hati saya berkata.... 'direlakan saja'
walaupun sedih terbersit
Karena...

Hati itu dipilih. Bukan memilih.
Dee- Perahu Kertas

PS: Terima kasih Sara Lea, kutipan Andalah yang menghalau kegalauan saya berlanjut :)
CVB

uaua
uauau
aiaia 

Tuesday, January 24, 2012

Doa yang Tersebut

Teori saya tentang adanya eksistensi dari "Life Processor" itu sebenarnya bukan hanya bualan isi kepala saya yang kadang-kadang melantur. Doa-doa itu dirajam, diputar, dicincang halus dan menghasilkan sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya. Setelah lulus, saya tidak henti-hentinya bergumam dalam hati.....
"Saya masih ingin belajar"
"Saya masih ingin sekolah. Kalau kerja sudah tidak ada libur"
"Saya masih ingin belajar literatur dan mitologi"
Belum lagi dalam lubuk hati terdalam ada rasa jatuh cinta yang sangat besar terhadap anak-anak. Secara blak-blakan, punya anak adalah cita-cita saya.
Bisa dibilang, pekerjaan saya saat ini adalah hasil 'rajaman, cincangan, kerjaan' si "life Processor" itu.
Tidak pernah terbayangkan ... Sungguh... Tidak pernah terbayangkan setelah lulus dari University of Minnesota, saya memutuskan untuk pulang. Tidak pernah terbayangkan dengan titel Bachelor of Arts in Psychology melamar kerja menjadi seorang  p.e.n.g.a.j.a.r. Pekerjaan sebagai guru itu berada di bawah kolong tempat tidur. Tidak pernah terintip.
Aneh rasanya ketika saya menyadari ini semua.
Pertama ketika melamar, dalam pikiran saya itu menjadi guru pengajar anak-anak autis. Latar belakang pendidikan saya sejalan, berbau-bau sesuatu yang seperti itu, walaupun jujur saya masih merasa pengetahuan saya itu masih minim. Dulu, saya lebih banyak mengambil kelas-kelas yang berbau social.
Anyway!
Dalam sesi wawancara yang dilakukan dalam bahasa Inggris, si empunya sekolah menawarkan saya untuk "dicoba" dulu di sekolah National Plus nya. Yah... kata "dicoba" itu menurut saya temporary. Bisa saja, harapan saya untuk bekerja sesuai titel masih belum pupus. Alhasil, saya ditempatkan sebagai Teaching Assistant di K2 - TK A. Kelas itu berjumlahkan 26 anak pada awalnya. 10 anak perempuan, dan 16 anak laki-laki. Si empunya sekolah berkata bahwa saya diberikan waktu 1 bulan untuk 'dicoba.'
Sebulan pertama, perasaan saya campur aduk. Secara umum, sekolah ini masih harus memperkuat diri. Masih banyak hal yang harus diperhatikan. Disiplin anak misalnya dan lain-lain sebagainya. Tapi, postingan ini buat untuk bericara panjang lebar soal baik buruknya sekolah ini. Ini hanya sebuah ketikan panjang lebar soal doa-doa saya.

Pemandangan saya tiap pagi itu seperti lembar buku dongeng anak-anak yang penuh dengan warna-warni. Meja dengan warna kuning, merah, oranye, ungu, dipenuhi dengan tempat bekal yang juga berwarna-warni. Tas berwarna pink berjejer rapi di salah satu sisi, sedangkan sisi yang lain lebih banyak didominasi dengan tas Mickey mouse, atau super heroes. Pendengaran saya selalu diisi dengan suara lugu anak-anak yang berkata manis "Good Morning Ms. Chen" atau suara tangis anak-anak toddler yang memang masih berumur 2 tahun lebih. Saya dikembalikan ke dunia ini. Dunia yang tangis itu dikeluarkan semaunya tidak ditahan-tahan, tawa itu dikeluarkan jika hati senang bukan karena terpaksa, dan warna ungu masih berwarna ungu bukan biru yang dicampur merah.
Tidak bisa bohong kalau kadang darah saya seperti bergejolak gara-gara panas yang memuncak. Anak-anak itu kadang terlalu dimanja oleh orang tuanya. Apalagi kalau makin liar. Tapi, ya... saya juga luluh melihat mereka bermanja-manja dengan saya. Ketika menonton video, ada yang merayap dan langsung naik di pangkuan. Ada yang ketika berpapasan dengan saya langsung menghempaskan diri dan melingkarkan tangannya di kaki. Kadang-kadang mereka bisik dengan malu-malu berkata "I like Ms. Chen" ahh ternyata ini rasanya jika orang menyatakan perasaannya. Bisikkan mereka itu terdengar renyah sekali. Saya jadi tidak mau tanya "kenapa." Memang tidak perlu juga. Masuk ke bulan kedua, saya diminta untuk menjadi Subject Teacher and guess what, they asked me to teach English - Literature, Grammar, and Vocabularies.

Sastra... menurut saya pelajaran yang surprisingly saya nikmati. Sejalan dengan meningkatnya interest saya terhadap dunia tulis menulis, semakin saya tertarik pada dunia Literature. Apalagi saya mempunyai ketertarikan khusus dengan Mitologi. Mau Yunani, Indonesia, Viking, dan segala-galanya. Kalau bisa saya ingin melahap habis semua kitab-kitab tebal itu. Aneh memang. Dunia saya itu seperti ingin ke belakang terus. Bukan maju ke depan dan lebih memahami tentang ufo, hologram, atau bahkan dunia digital. Saya lebih tertarik menyelusuri perang Mahabharata, mengagumi pedang Excalibur, atau membaca cerita-cerita yang berisikan Hobbit, satyr, kraken, Fenrir, atau membayangkan adanya tongkat ajaib. Tawaran ini adalah tiket saya untuk mengunjungi dunia yang penuh fantasi itu. Aaahhh. Walaupun kadang-kadang bingung mau membawakan bahan apa, memutar otak untuk membuat soal, menerka-nerka di mana kemampuan mereka yang harus diasah, dan sebagainya. Belum lagi menghadapi murid-murid tingkat SD yang yah... memang lebih susah diatur. Tapi, kata teman-teman saya orangnya galak malah saya dibilangi biar nggak galak-galak sama anak-anak hahahaha..
Ah pekerjaan ini...

Ya untuk saat ini ... inilah jawaban.
Inilah doa yang terkabulkan.
Untuk itu... saya akan terus berdoa. Doa saya belum selesai....
Kadang ada rasa sesal karena saya merasa diploma saya bisa membuat saya mendapatkan gaji yang jauh lebih besar. Angkanya bisa jauuuuuuh dengan angka yang saya dapatkan sekarang. Tidak perlu berkata soal orang luar, keadaan di dalam rumah sendiri masih memberikan tekanan. Namun, gaji itu hanya nominal, ada yang jauh lebih penting daripada itu semua. Dan semua yang sekarang saya dapatkan itu adalah penting.
Saya rasa ... ini baru awal. Perjalanan saya masih jauh. Mimpi saya masih di sana. Namun, yaaa... doa saya dirajam, dihaluskan, diputar sana sini... supaya mendapatkan 'tingkat kehalusan' yang pas...


Dan doa-doa itu masih dipanjatkan

PS: Terlebih, sudah ada bukti nyata bahwa doa itu didengar...
I Am VERY PROUD of YOU MY Dear Friend... Sara Lea



CVB

Friday, January 6, 2012

Evaluasi dan Resolusi

Janus - here
Dewa Janus, dewa yang digambarkan sebagai dewa yang berwajah dua sehingga ia seakan-akan menatap ke depan dan juga menatap ke belakang. Ia disebut sebagai dewa transisi dan juga awal. Maka dari itu namanya digunakan untuk menamai bulan pertama awal pergantian tahun, Januari. Sekiranya sah-sah saja jika postingan ini saya gunakan (akhirnya) sebagai evaluasi dan juga resolusi. Tenang, bukan resolusi muluk-muluk yang ingin pinggang sinset, pacaran, dan sebagainya. Hanya beberan sederhana (atau mungkin sedikit rumit) tentang apa yang akan kulakukan ke depannya. (amin)

Evaluasi:
Postingan demi postingan di blog ini menggambarkan saya sebagai orang yang labil. Atau bisa saja memang situasi hidup saya yang tidak stabil pada tahun 2011. Sebentar-sebentar galau, lalu sebentar-sebentar bangkit lagi. Ck ck ck. Tidak bisa konsisten. Ya, bisa juga disimpulkan jika saya tidak ingin diam saja. Berusaha untuk bangkit namun mungkin belum maksimal usahanya. Nyatanya saya masih diperbudak oleh kegalauan.
Maka dari itu sederhana saja, resolusi saya...

Resolusi:
Memperbudak Kegalauan
Hahahahaha
Begitu menggalau langsung kuhalau.
Begitu banyak dikelilingi oleh sahabat-sahabat, orang tua, dan juga hal-hal yang bisa diraih untuk 'menyalurkan' kegalauan ini. Pokoknya harus cepat-cepat di'operasi.' Nggak boleh dipendam-pendam lagi.
Setujuuu?

FOKUS UTAMA
MENGHALAU KEGALAUAN
DAN 
SADAR DIRI

Hehehe...
Maaf jika postingan saya kali ini membuat Anda terkekeh, bengong, bergumam "gila", atau hal-hal lainnya yang menjadi ungkapan Anda.

Kembali ke Evaluasi. 
Menilik postingan-postingan lama saya, saya juga jadi tahu diri saya sendiri. Sedikit demi sedikit. Cara penuturan saya, cerita-cerita saya, kata-kata yang saya pilih semuanya mewakili sisi-sisi dari kepribadian saya. Jadinya saya lebih tahu.
Resolusi.
Lebih berhati-hati dalam mengepost. hehehe. Harus sudah punya kesadaran atas sekitar. Bisa aja kan ada orang atau pihak yang nggak senang jika ceritanya saya sebar luaskan atau saya porak-porandakan. 
So...

Nikmatilah Strawbearies. Satu kata yang mewakili banyak hal...
STRAWberry - "semua suka stroberi, dari yang tua, muda. Kita bisa rasain kecut dan manis kalau makan stroberi" - Rachel Maryam pemeran Stroberi

Polar BEAR - hobi hibernasi dan makan ikan salmon, cinta salju dan gila berenang

aRIES - you can read it all

aRIES - you can read it all


PS: untuk resolusi tambahan - mau mengotrol self centered, bossy, and impatient
amiiiiiiiiinnnnn



CVB